Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan Media Informasi Bissu Di Kabupaten Pangkep Melalui Film Dokumenter Bissu Bugis
Muhammad Husni Mubarak NIM. (2016) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Bissu adalah pelestarian tradisi, adat budaya, serta kepercayaan lama yang dianut oleh masyarakat Bugis kuno dengan upacara ritual yang dipercaya sebagai kekuatan supranatural. Bissu yang disebut pendeta Bugis kuno, Bissu memiliki pementasan yaitu Maggiri dalam Maggiri Bissu berada dalam kerasukan dan pada saat itu tubuh meraka dalam keadaan kebal terhadap senjata tajam kehebatan mereka dapat dilihat pada setiap acara kebesaran dan adanya panggilan pementasa. Seiring perkembangan jaman, Bissu mulai berkurang dari jumlah mereka yang bertahan sekarang dan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kebudayaan Bissu pada masa sekarang. Maka dirancanglah sebuah media informasi yang dapat mengenalkan dan mengingatkan kembali tentang sosok seorang Bissu pada masa sekarang dengan harapan agar Bissu Bugis kuno masih bisa memegang teguh ajarannya dan juga dapat meningkatkan kecintaan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap budayanya demi keberlangsungan pelestariannya.
Ringkasan Alternatif
Bissu is the preservation of traditions, culture and beliefs long held by the ancient Bugis community with a ritual believed to be a supernatural power. Bissu called pastors ancient Bugis, Bissu have a staging that is Maggiri in Maggiri Bissu are in diabolical possession and at that time in a state they body immune to sharp weapons their prowess can be seen in any event showing greatness and their calls. Along the development, Bissu began to decrease from the number of those who survive now and there are still many people who do not know the culture Bissu at the present time. Then designed an information medium that can introduce and remind them about the figure Bissu in the present with hope that ancient Bugis Bissu can still adhere teaching and can also increase the affection of the people of South Sulawesi for the continuation of his culture preservation.