Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan Media Informasi Mengenal Budaya Membatik Pada Anak Sejak Dini
Adhei Dhata Octa Jaya Maskuta NIM. (2014) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Batik Indonesia merupakan salah satu kebudayaan yang dikenal tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga oleh masyarakat Internasional. Pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai karya agung warisan budaya dunia (World Cultural Heritage). Sejalan dengan itu, tanggal 2 Oktober 2009 ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Pengakuan dari UNESCO ini tidaklah bersifat selamanya, pengakuannya bisa dicabut jika batik tidak mampu dirawat dan dilestarikan oleh kita sendiri sebagai masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, perlu menanamkan kecintaan dan kebanggaan kita terhadap kebudayaan Indonesia khususnya Batik perlu ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Laporan Tugas Akhir ini menjelaskan tata cara membatik yang baik dan benar kepada anak-anak untuk mendukung program pelestarian Batik. Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah untuk memperluas wawasan anak-anak mengenai batik melalui sebuah buku pop up. Buku ini diharapkan bisa membuat anak-anak belajar menghargai batik sebagai warisan budayanya sendiri, Selain itu, buku ini juga diharapkan bisa menjadi salah satu media untuk mempopulerkan Batik Indonesia, khususnya pada anak-anak.
Ringkasan Alternatif
Indonesian batik is one of the greatest cultures which is recognized not only by Indonesian but also the international community. On October 2nd 2009, UNESCO designated Indonesian batik as a world cultural heritage. Regarding that decision, October 2nd acclaimed as National BatikÂ’s Day. The acknowledgment from UNESCO is not permanent, it will be revoked if it is not preserved and managed by ourselves as Indonesian. Regarding that issue, need to grow our love and pride of Indonesian cultures, especially batik for children in early stage. The report of this final project explains the procedure to make batik for children as a media to support the program. The purpose is to widen their knowledge about batik through a pop-up book. This pop-up book is hoped could make children learn to respect batik as their own cultural heritage. Furthermore, it is also hoped to be one of a media to popularize Indonesian batik, especially for children.
Sumber