Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan media permainan tradisional bebentengan melalui media boardgame
Sopa Sudinar NIM. (2013) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Bebentengan merupakan permainan tradisional asli warisan budaya bangsa Indonesia. permainan ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia, nama Bebentengan sendiri adalah nama yang dikenal untuk permainan ini di daerah jawa barat. sejarah perkembangan permainan ini tidak diketahui dengan pasti namun permainan ini sempat populer di era tahun 80 hingga 90-an. permainan Bebentengan dimainkan oleh dua kelompok yang saling berhadapan dengan tujuan untuk menyerang atau mempertahankan Bentengnya, dimainkan disebuah lapang dengan properti pohon atau tiang yang biasanya digunakan sebagai Benteng. popularitas permainan Bebentengan mulai menurun semenjak bermunculanya game modern, disamping itu faktor lain yang mengancam keberadaan permainan ini diantaranya adalah semakin menghilangnya sarana bermain anak dan berubahnya pola pikir masyarakat saat ini. Dalam laporan Tugas Akhir ini dijelaskan solusi mengenai fenomena permasalah yang terjadi pada permainan tradisional Bebentengan. Tujuan perancangan media informasi Board game Bebentengan ini adalah untuk memberi wawasan kepada anak-anak khususnya di kota Bandung tentang permainan Bebentengan agar tetap dapat dimainkan dan dilestarikan oleh generasi saat ini.
Ringkasan Alternatif
Bebentengan is one of IndonesiaÂ’s traditional games which are an authentic game from Indonesian culture.This game has been known with different names in each area of Indonesia, West Java itself known bebentengan as the common name of it.The history of bebentengan is unknown for sure, however it has been popular in the era of 80th to 90th. It is played by two groups of children who face each other and aimed to attack or defend their fortress, played in the field with a tree or a pole as the fortress (benteng).The reputation of bebentengan begins to decrease among the modern games. Besides, the decreasing of children playground and the alteration of citizen way of thinking are some factors that threaten the existence of it.This final paper will explain the solution of the phenomenon happened toward the existence of bebentengan. The design of media information called BebentenganÂ’s board game aimed to enhance the knowledge of Indonesian children about this game, especially in Bandung. Therefore, the game will be played again and preserved by the current generation.
Sumber