Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PERANCANGAN PERMAINAN DEWA-DEWA ASTABRATA
Cahyoko Triharsatmo (2006) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Pemainan, adalah salah satu dari kebutuhan hidup manusia, yang hadir & telah ada sejak manusia itu dilahirkan, bagian dari kebutuhan sekunder manusia yaitu kebutuhan akan adanya hiburan. Sebagai mana layaknya hiburan lainnya, permainan diciptakan untuk mengisi waktu di sela-sela kesibukan akan pekerjaan, juga sebagai sarana menghilangkan kejenuhan akan rutinitas yang kita lakukan setiap harinya. Dunia anak, dunia bermain dan dunia yang penuh akan rasa ingin tahu yang besar. Anak-anak akan cepat belajar dari apa yang dia lihat, dia dengar, dan rasakan. Disini, dapat kita lihat, permainan yang ada dapat menjadi suatu media yang sangat efektif untuk mendidik anak-anak tanpa memaksakan anak-anak untuk belajar. Ketersediaan sebuah permainan yang edukatif namun relatif murah dan bisa dijangkau semua anak-anak yang ada dirasakan belum mencukupi, tidak sedikit dari permainan yang ada hanya mengandalkan unsur bersenang-senang saja tanpa adanya pesan yang edukatif didalamnya. Salah satu tema yang menarik untuk dijadikan bahan permainan adalah cerita dalam dunia pewayangan. Dunia pewayangan adalah salah satu dunia sarat akan ajaran dan teladan, berisikan cerita-cerita kepahlawanan, persahabatan dan juga kebenaran. Cerita yang sarat akan ajaran terpuji tersebut dirasakan sangat baik untuk mendidik anak-anak sejak dini, sebagai bekal mental dan moralnya di masa depan. Permasalahannya yang ada sekarang, sedikitnya media-media yang ada bercerita tentang cerita-cerita teladan pewayangan, dan tidak dikemas menarik untuk anak-anak yang menjadi salah satu penyebab cerita-cerita wayang semakin tenggelam dan ditinggalkan oleh anak-anak.
Ringkasan Alternatif
Pemainan, adalah salah satu dari kebutuhan hidup manusia, yang hadir & telah ada sejak manusia itu dilahirkan, bagian dari kebutuhan sekunder manusia yaitu kebutuhan akan adanya hiburan. Sebagai mana layaknya hiburan lainnya, permainan diciptakan untuk mengisi waktu di sela-sela kesibukan akan pekerjaan, juga sebagai sarana menghilangkan kejenuhan akan rutinitas yang kita lakukan setiap harinya. Dunia anak, dunia bermain dan dunia yang penuh akan rasa ingin tahu yang besar. Anak-anak akan cepat belajar dari apa yang dia lihat, dia dengar, dan rasakan. Disini, dapat kita lihat, permainan yang ada dapat menjadi suatu media yang sangat efektif untuk mendidik anak-anak tanpa memaksakan anak-anak untuk belajar. Ketersediaan sebuah permainan yang edukatif namun relatif murah dan bisa dijangkau semua anak-anak yang ada dirasakan belum mencukupi, tidak sedikit dari permainan yang ada hanya mengandalkan unsur bersenang-senang saja tanpa adanya pesan yang edukatif didalamnya. Salah satu tema yang menarik untuk dijadikan bahan permainan adalah cerita dalam dunia pewayangan. Dunia pewayangan adalah salah satu dunia sarat akan ajaran dan teladan, berisikan cerita-cerita kepahlawanan, persahabatan dan juga kebenaran. Cerita yang sarat akan ajaran terpuji tersebut dirasakan sangat baik untuk mendidik anak-anak sejak dini, sebagai bekal mental dan moralnya di masa depan. Permasalahannya yang ada sekarang, sedikitnya media-media yang ada bercerita tentang cerita-cerita teladan pewayangan, dan tidak dikemas menarik untuk anak-anak yang menjadi salah satu penyebab cerita-cerita wayang semakin tenggelam dan ditinggalkan oleh anak-anak.
Sumber