Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan Renovasi Berkelanjutan Berdasarkan Value Focused Thinking (VFT) Pada Aset Pasar Ikan Higienis Gedebage Kota Bandung
Ahmad Syaidin (2021) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Objek penelitian ini adalah Gedung Pasar Ikan Higienis (PIH) milik Pemerintah Daerah Kota Bandung. Gedung PIH Gedebage berdiri di atas lahan seluas 5700 m2 dan memiliki bangunan sebesar 3500 m2. PIH Gedebage dalam memenuhi tupoksinya sebagai pasar ikan memiliki 3 (tiga) area layanan, yakni area penjualan ikan segar, area budidaya ikan hias, dan area restoran. Pada saat ini dari ketiga area layanan tersebut, hanya area budidaya ikan hias saja yang masih beroperasi. Permasalahan aset PIH Gedebage yang dijelaskan pada penelitian studi kasus diantaranya, memiliki penggunaan yang tidak optimal dikarenakan terjadinya kerusakan berat pada beberapa komponen bangunan dan fasilitas operasional. Adapun pemenuhan tupoksi pasar ikan higienis belum maksimal, karena bangunan dan fasilitas eksisting dinilai tidak dapat mendukung layanan untuk masa sekarang dan yang akan datang. Selain itu, fasilitas-fasilitas penanggulangan dampak lingkungan yang tersedia tidak berfungsi, serta belum memenuhi standar yang ada. Dengan demikian, diperlukan kajian mengenai perancangan renovasi pada aset PIH Gedebage yang diharapkan dapat mengembalikan kondisi aset agar dapat menunjang kembali melalui penerapan proses desain holistik dan terintegrasi yang fokus pada kebutuhan dan pemenuhan aspek keberlanjutan dari perspektif teknis maupun non-teknis. Tujuan dari proyek ini adalah menghasilkan rancangan renovasi pada aset PIH Gedebage berdasarkan konsep renovasi berkelanjutan berdasarkan Value Focused Thinking (VFT). Grand Theory yang digunakan dalam kajian ini yakni value focused thinking in building renovation merupakan suatu konsep dalam penciptaan kembali nilai (re-value) dalam renovasi yang menekankan pada tiga aspek utama yakni (1) Fungsionalitas, (2) Akuntabilitas, dan (3) Kelayakan (Kamari et al., 2017). Metode perancangan proyek berupa teknik pengumpulan data dilaksanakan secara ilmiah baik secara observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi disertai dengan penyusunan KAK sebagai panduan proyek. Hasil dari proyek ini menghasilkan rancangan renovasi yang berkelanjutan berdasarkan Value Focused Thinking (VFT) pada aset PIH Gedebage, yakni (1) Fungsionalitas pada aset yang menghasilkan rancangan atas kenyamanan dalam bangunan, penggunaan dan efisiensi energi, serta penggunaan material yang ramah lingkungan. (2) Akuntabilitas pada aset yang menghasilkan rancangan atas keharmonisan dan keindahan lewat pengaturan suhu dan organisasi ruang, integritas pemenuhan perencanaan tata kota yang berlaku, menciptakan bangunan yang dinamis dan unik, serta menjamin keamanan dan keselamatan gedung dengan penerapan K3 Gedung. (3) Kelayakan pada aset yang menghasilkan menghasilkan perhitungan atas biaya investasi sebesar Rp 18.020.000.000, perhitungan biaya operasi dan pemeliharaan pasca renovasi sebesar Rp 2.868.100.000, serta analisis perhitungan kelayakan proyek berdasarkan Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 2,15, organisasi & jadwal proyek, gambar desain, serta pedoman penyelenggaraan gedung.
Ringkasan Alternatif
Hygienic Fish Market (PIH Gedebage) building is an asset owned by the Bandung Local Government, the asset of this building is used as a means of shopping center for fresh fish and ornamental fish cultivation in Bandung City. PIH Gedebage Building stands on an area of 5700 m2 with a building area of 3500 m2. The condition and status of PIH Gedebage does not fully operated, from 3 (three) service areas available, such as area of fresh fish sales, ornamental fish cultivation area, and restaurant area. Nowadays only ornamental fish cultivation area that is still in operation. Based on the problems described in the previous research, the assets of PIH Gedebage use is not optimal due to serverly damage to the building components and operational facilities. The fulfillment as hygienic fish market function is not maximized because existing buildings and facilities do not support services for current and future, environmental impact mitigation facilities are also not functioning, and last there are regulations on security and safety of buildings have not been met. Therefore, research needs to be done related to renovation design on PIH Gedebage assets to make the asset back to the normal condition and restore asset conditions in order to support them through the implementation of a holistic and integrated design process that focuses on the needs and fulfillment of sustainability aspects from a technical and non-technical perspective. The grand theory used in this project is the value focused thinking in building renovation method as a concept in the creation of re-value in the renovation which emphasizes on three main categories namely (1) functionality, (2) accountability, and (3) feasibility (Kamari et al., 2017). Data collection techniques on this project was implemented scientifically, both observations, interviews, and documentation studies, along with the preparation of KAK (project framework guidlines) as a project implementation guide. The project results of design for Sustainable Renovation Based on Value Focused Thinking (VFT) for Asset of the Gedebage Hygienic Fish Market Bandung City are (1) Functionality of assets that produce designs for comfort in building, use and energy efficiency use of environmentally based materials. (2) Accountability to assets that result in the design of harmony and beauty through spatial temperature and organizational arrangements, the integrity of compliance with city planning, creating a dynamic and unique building, and ensuring the safety and safety of buildings with the implementation of occupational health and safety for building. (3) Feasibility for assets that produce a calculation of investment costs by Rp 18.02 billion, calculation of operation and maintenance costs of post renovation by Rp 2,868,100,000, project feasibility calculation based on Benefit Cost Ratio (BCR) by 2.15, organization & project schedule, design drawings, and user building guidelines.
Sumber