Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perancangan Winch Untuk Perbaikan Kapal Laut Kapasitas Maksimal 200 DWT
Muhamad Soleh Hanafi (2017) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Peranan kapal laut bagi Indonesia sangatlah penting sebagai ujung tombak perkembangan ekonomi sekaligus juga penghubung antar pulau-pulau. Apalagi Indonesia merupakan negara maritim dengan luas lautan 2/3 dari luas wilayah Indonesia. Hal itu berdampak pada perawatan kapal laut yang merupakan aspek sangat penting dalam pencegahan terjadinya kerusakan kapal yang lebih besar/berat. Ketika akan diperbaiki, kapal laut tersebut di pindahkan ke darat atau ke sebuah galangan kapal terlebih dahulu. Kegiatan pemindahan tersebut disebut pengedokan. Dalam proses pengedokan kapal laut ke galangan, terdapat berbagai cara. Untuk kasus ini bertempat di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, memakai galangan slipway (dok tarik) karena beban kapal-kapal yang beroperasi di sana terbilang kecil dan jenis galangan ini yang paling sederhana dan cocok untuk kapal kecil dibandingkan dengan jenis galangan lain. Di dalam galangan jenis slipway terdapat alat bantu bernama winch atau derek berfungsi untuk menarik kapal untuk naik ke atas daratan. Kemudian ada cradle yaitu semacam kereta kecil yang berfungsi membawa kapal laut saat ditarik oleh winch. Terdapat juga rel atau lintasan sebagai landasan cradle saat bergerak ke daratan. Maka dari itu PT SW Engineering selaku perusahaan yang akan merancang proyek galangan kapal di pulau tersebut, menugaskan penulis untuk membantu merancang sebuah alat bantu galangan slipway berkapasitas maksimal 200 DWT. Metodologi penyelesaian masalah yang dilakukan diantaranya merencana, mengkonsep, merancang detail dan mendokumentasi. Tahap merencana meliputi pengumpulan data-data yang dibutuhkan seperti, keinginan konsumen, analisa pasar, existing produk,paten, dan aspek lingkungan. Kemudian dari semua proses itu telah dibuat menjadi daftar tuntutan yang dijadikan acuan. Pada tahap mengkonsep akan didefinisikan fungsi utama dan fungsi bagian alat. Kemudian didapat alternatif solusi untuk setiap fungsi bagian dan dibuat menjadi variasi rancangan. Setelah itu dilakukanlah penilaian untuk mendapatkan konsep rancangan terbaik. Pada tahapan merancang detail, konsep rancangan terpilih dioptimalkan kembali. Setelah proses tersebut maka dilakukan perhitungan dan penentuan komponen standar dan buatan. Pemilihan material juga diperhitungkan pada tahapan ini. Kemudian pada tahapan dokumentasi, rancangan diterjemahkan di gambar kerja. Selain itu juga dibuatkan bill of material, Assembly Manual dan User Manual. Hasil dari perancangan, dipilih galangan kapal menggunakan jenis slipway (tarik) dengan spesifikasi motor winch 132 kW, menggunakan gearbox 1: 400, dan tali baja sebagai penariknya. Dengan dimensi cradle 5,7 m lebar dan panjang 28 m. Kata kunci: kapal laut, winch, cradle, slipway.galangan kapal.
Ringkasan Alternatif
Roles of ships for Indonesia are imperative as keys not only to develop economical growth but also as transportation between islands. Especially Indonesia is a maritime country which 2/3 of its territory is sea. It affects into ships maintenance which is one of the most important aspect to prevent a larger event of breakdown. When it will be maintained, ships will be moved to land or a dock, first. This activity is called docking. There are several methods in docking process. In this case, placed in Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, they're using the docking slipway because the load of the ships that operate there is relatively small and this kind of docking method is the simplest method and fit better for small ships rather than another kind of docking. In slipway docking there is a tool called winch that used to pull and elevate ships into land. And there is cradle, it's kind of small train that used to carry ships when its pulled by winch. there is also a rail or track that used as a base by cradle when moving to the land. Therefore PT SW Engineering as a company that will make docking project in that island is giving task to writer to make a docking slipways tool that has 200 DWT maximum capacity. Methodology that used for this case are planning, creating concept, detailing, and documentation. Planning phase is concede of collecting data like costumer's demand, trade analysis, existing product, patent, and environment aspects. By all of the processes, a list will be made as a reference. In creating concept phase, the main and part function of the toll will be defined. Then after alternative solutions for each part function are found it will be set as variation designs. Afterwards, there will be some kind of assessment to decide which is the best. In the detailing phase, the chosen concept will be optimized. Afterwards, customs and standard parts will be decided and calculated. The types of material will also be concerned in this phase. In documentation phase, the design will be converted into drawings. Besides, Bill of materials, Assembly Manual and User Manual will be created. The result of design is use slipway dock, with specification of winch motor 132 kW and 1:400 gearbox and wire rope as carrier.With cradle dimension have width 5,7 m and length 28 m. Keywords: Ship, winch, cradle, slipway, dock.