Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PERANGKAT LUNAK PENGGABUNGAN
BASIS DATA TEREPLIKASI (MYSQL-SINC)
WIDI SATRIYA AVIYANTORO (2005) | Skripsi | Teknik Informatika , Teknik Informatika
Bagikan
Ringkasan
Server basis data MySQL umum digunakan oleh para Administrator basis data untuk menyimpan banyak jenis dari data, seperti pada umumnya perlakuan basis data, sebuah data dan struktur pada suatu basis data dapat dilakukan replikasi dan perubahan dikarenakan relokasi sistem, terjadi perubahan skema aplikasi ketika dalam tahap pengembangan, atau hanya tindakan perawatan. Ketika hal ini terjadi maka akan terdapat dua buah atau lebih data penting yang diacu oleh aplikasi klien.
Salah satu cara menyelesaikan permasalahan diatas adalah melakukan penggabungan kembali basis data replika dengan basis data master atau basis data pusat yang masing-masing struktur dan data dari basis data tersebut memiliki kemungkinan telah diubah atau dilakukan pembaruan. Resiko yang terjadi apabila dilakukan penggabungan adalah terdapat data yang terduplikasi atau data tidak terbaharui bahkan hingga resiko kehilangan data dikarenakan perbedaan struktur seperti perbedaan tipe, ukuran, kolom dan indeks. Maka diperlukan sebuah alat bantu yang dapat meminimalkan resiko kehilangan data atau resiko terjadinya duplikasi data. Dalam pembuatan perangkat lunak tersebut diperlukan pemahaman karakteristik-karakteristik dari tabel atau field dalam basis data dan metode pengaksesan informasi dari server basis data yang digunakan.
Hasil dari penelitian ini adalah dibuatnya alat bantu berupa perangkat lunak dan setelah dilakukan pengujian, perangkat lunak tersebut dapat melakukan penggabungan dengan baik tanpa resiko seperti diatas.
Ringkasan Alternatif
Server basis data MySQL umum digunakan oleh para Administrator basis data untuk menyimpan banyak jenis dari data, seperti pada umumnya perlakuan basis data, sebuah data dan struktur pada suatu basis data dapat dilakukan replikasi dan perubahan dikarenakan relokasi sistem, terjadi perubahan skema aplikasi ketika dalam tahap pengembangan, atau hanya tindakan perawatan. Ketika hal ini terjadi maka akan terdapat dua buah atau lebih data penting yang diacu oleh aplikasi klien.
Salah satu cara menyelesaikan permasalahan diatas adalah melakukan penggabungan kembali basis data replika dengan basis data master atau basis data pusat yang masing-masing struktur dan data dari basis data tersebut memiliki kemungkinan telah diubah atau dilakukan pembaruan. Resiko yang terjadi apabila dilakukan penggabungan adalah terdapat data yang terduplikasi atau data tidak terbaharui bahkan hingga resiko kehilangan data dikarenakan perbedaan struktur seperti perbedaan tipe, ukuran, kolom dan indeks. Maka diperlukan sebuah alat bantu yang dapat meminimalkan resiko kehilangan data atau resiko terjadinya duplikasi data. Dalam pembuatan perangkat lunak tersebut diperlukan pemahaman karakteristik-karakteristik dari tabel atau field dalam basis data dan metode pengaksesan informasi dari server basis data yang digunakan.
Hasil dari penelitian ini adalah dibuatnya alat bantu berupa perangkat lunak dan setelah dilakukan pengujian, perangkat lunak tersebut dapat melakukan penggabungan dengan baik tanpa resiko seperti diatas.