Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PERBANDINGAN MODEL MOVING AVERAGE DAN RELATIVE STRENGTH INDEX DALAM ANALISA TEKNIKAL UNTUK MEMBERIKAN RETURN BAGI INVESTOR STUDI KASUS SAHAM GGRM, TLKM, DAN ISAT
Siti Zakiyah (-) | Tugas Akhir | Akuntansi
Bagikan
Ringkasan
ABSTRAK Harga dalam sebuah saham merupakan persetujuan atau konsensus bahwa harga dimana pembeli bersedia untuk membeli dan penjual bersedia untuk menjualnya. Harga saham dimana investor akan membeli atau menjualnya bergantung pada apa yang menjadi harapannya. Jika dia menginginkan harga saham akan naik, dia akan membelinya, dan jika dia menginginkan harga saham akan turun, maka dia akan menjualnya. Situasi sederhana ini merupakan hambatan utama dalam memprediksi pergerakan harga saham, karena ini tergantung dari manusianya (seperti kita tahu bahwa manusia tidak dapat dimengerti atau diprediksi dengan mudah). Kondisi ini membuat tidak ada sistem perdagangan saham dapat bekerja secara konsisten. Metode yang biasa digunakan dalam analisa teknikal adalah moving average dan relative strength index. Penelitian ini bennaksud untuk mengetahui bagaimana efektivitas kedua model tersebut dalam menghasilkan return bagi investor. Analisis ini pada dasarnya untuk mengetahui kapan investor seharusnya membeli atau menjual sahamnya melalui sinyal yang diberikan kedua model tersebut. Harga penutupan dan grafik adalah alat utama yang dibutuhkan dalam analisisi ini dengan tujuan untuk dapat mengetahui pergerakan harga saham. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diambil dari Bursa Efek Jakarta yaitu berupa harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan harga penutupan di empat perusahaan emiten yaitu Gudang Garam, HM. Sampoerna, Telekomunikasi, dan Satelindo dengan trading yang dilakukan dari 27 Desember 2002 sampai 25 Juni 2004. Hasil trading di keempat emiten menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan model moving average menunjukkan sebesar 89.77% dan model relative strength index sebesar 75.07%, dimana angka ini menunjukkan bahwa kedua model terbukti efektif dalam menghasilkan return bagi investor dengan kategori sangat efektif untuk model moving average dan efektif untuk model relative strength index. Dimana return pada model moving average adalah sebesar 15.195 dan relative strength index sebesar 3.410. Kondisi ini menunjukkan bahwa dalam kasus in model yang paling menguntungkan bagi investor adalah dengan menggunakan moving average daripada relative strength index karena harga yang menunjukkan trend naik.
Ringkasan Alternatif
ABSTRAK Harga dalam sebuah saham merupakan persetujuan atau konsensus bahwa harga dimana pembeli bersedia untuk membeli dan penjual bersedia untuk menjualnya. Harga saham dimana investor akan membeli atau menjualnya bergantung pada apa yang menjadi harapannya. Jika dia menginginkan harga saham akan naik, dia akan membelinya, dan jika dia menginginkan harga saham akan turun, maka dia akan menjualnya. Situasi sederhana ini merupakan hambatan utama dalam memprediksi pergerakan harga saham, karena ini tergantung dari manusianya (seperti kita tahu bahwa manusia tidak dapat dimengerti atau diprediksi dengan mudah). Kondisi ini membuat tidak ada sistem perdagangan saham dapat bekerja secara konsisten. Metode yang biasa digunakan dalam analisa teknikal adalah moving average dan relative strength index. Penelitian ini bennaksud untuk mengetahui bagaimana efektivitas kedua model tersebut dalam menghasilkan return bagi investor. Analisis ini pada dasarnya untuk mengetahui kapan investor seharusnya membeli atau menjual sahamnya melalui sinyal yang diberikan kedua model tersebut. Harga penutupan dan grafik adalah alat utama yang dibutuhkan dalam analisisi ini dengan tujuan untuk dapat mengetahui pergerakan harga saham. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diambil dari Bursa Efek Jakarta yaitu berupa harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan harga penutupan di empat perusahaan emiten yaitu Gudang Garam, HM. Sampoerna, Telekomunikasi, dan Satelindo dengan trading yang dilakukan dari 27 Desember 2002 sampai 25 Juni 2004. Hasil trading di keempat emiten menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan model moving average menunjukkan sebesar 89.77% dan model relative strength index sebesar 75.07%, dimana angka ini menunjukkan bahwa kedua model terbukti efektif dalam menghasilkan return bagi investor dengan kategori sangat efektif untuk model moving average dan efektif untuk model relative strength index. Dimana return pada model moving average adalah sebesar 15.195 dan relative strength index sebesar 3.410. Kondisi ini menunjukkan bahwa dalam kasus in model yang paling menguntungkan bagi investor adalah dengan menggunakan moving average daripada relative strength index karena harga yang menunjukkan trend naik.
Sumber