Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PERBANDINGAN TINGKAT KEPENTINGAN MAHASISWA SEBAGAI KONSUMEN DENGAN KENYATAAN YANG ADA TERHADAP FASILITAS PERGURUAN TINGGI
Steny Budiyanti (2004) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Proses pendidikan merupakan suatu proses timbal balik antara tenaga pengajar dan tenaga terdidik yang melibatkan komponen-komponen internal, yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan pengaruh pada proses pendidikan yang terjadi. Dengan melihat latar belakang masalah tersebut, dapat dikatakan bahwa kepuasan mahasiswa menjadi unsur penting bagi kemajuan suatu Perguruan Tinggi dengan membandingkan tingkat kepentingan dengan kenyataan yang ada terhadap fasilitas di beberapa Perguruan Tinggi di kota Bandung. Metode awal yang menjadi dasar penelitian adalah Service Quality (SERVQUAL) dengan menggunakan 10 dimensi yang ada. Penelitian diawali dengan menguji validitas kuesioner dengan melakukan ujicoba kuesioner, untuk menguji pertanyaan apakah valid (sah) sebagai alat penelitian. Setelah itu barulah dilakukan penelitian yang sesungguhnya. Dengan metode yang sama, atribut dalam kuesioner sesungguhnya diuji kembali untuk mengetahui kesahihan antar atribut, dan menguji kecukupan data. Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas guna mengetahui keeratan hubungan antar atribut dalam satu dimensi, serta pengukuran kesenjangan antara tingkat kepentingan (harapan) dan kenyataan yang ada. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan banyak kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang dirasakan oleh mahasiswa sebagai konsumen. Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pihak Perguruan Tinggi agar dapat meningkatkan kualitas pelayanannya.
Ringkasan Alternatif
Proses pendidikan merupakan suatu proses timbal balik antara tenaga pengajar dan tenaga terdidik yang melibatkan komponen-komponen internal, yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan pengaruh pada proses pendidikan yang terjadi. Dengan melihat latar belakang masalah tersebut, dapat dikatakan bahwa kepuasan mahasiswa menjadi unsur penting bagi kemajuan suatu Perguruan Tinggi dengan membandingkan tingkat kepentingan dengan kenyataan yang ada terhadap fasilitas di beberapa Perguruan Tinggi di kota Bandung. Metode awal yang menjadi dasar penelitian adalah Service Quality (SERVQUAL) dengan menggunakan 10 dimensi yang ada. Penelitian diawali dengan menguji validitas kuesioner dengan melakukan ujicoba kuesioner, untuk menguji pertanyaan apakah valid (sah) sebagai alat penelitian. Setelah itu barulah dilakukan penelitian yang sesungguhnya. Dengan metode yang sama, atribut dalam kuesioner sesungguhnya diuji kembali untuk mengetahui kesahihan antar atribut, dan menguji kecukupan data. Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas guna mengetahui keeratan hubungan antar atribut dalam satu dimensi, serta pengukuran kesenjangan antara tingkat kepentingan (harapan) dan kenyataan yang ada. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan banyak kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang dirasakan oleh mahasiswa sebagai konsumen. Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pihak Perguruan Tinggi agar dapat meningkatkan kualitas pelayanannya.
Sumber