Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Aset Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pada Rumah Potong Hewan (RPH) Milik Pemerintah Kota Cimahi
Naura Kamilatsany Soamole (2021) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Objek proyek ini adalah bangunan Rumah Potong Hewan (RPH) yang merupakan salah satu aset milik Pemerintah Kota Cimahi yang beralamat di Jalan Sukimun RT 03/04, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. RPH ini telah berhenti beroperasi untuk melakukan kegiatan pemotongan hewan sejak tahun 2007. Sehingga saat ini RPH mengalami kerusakan berat dan telah idle selama hampir 13 tahun. Berdasarkan hasil dari penelitian Studi Kasus Evaluasi Kinerja dan Penentuan Kebutuhan Aset Rumah Potong Hewan (RPH) Milik Pemerintah Kota Cimahi (Soamole, 2020), diketahui terdapat indikasi masalah bahwa akibat kerusakan yang terjadi, bangunan fisik RPH sudah tidak memenuhi persyaratan yang sesuai dengan Permentan No 13 Tahun 2010 Tentang Persyaratan Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unit Penanganan Daging (UPD) dan SNI 01-6159-1999 tentang Rumah Potong Hewan. Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan rencana pengembangan aset RPH berdasarkan SNI, serta mengetahui estimasi biaya yang dibutuhkan. Landasan teori yang digunakan adalah teori perencanaan aset dan estimasi biaya. Adapun landasan normatif menggunakan Permentan No 13 Tahun 2010 dan SNI tentang RPH yang membahas mengenai persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh RPH, meliputi persyaratan lokasi; sarana pendukung; tata letak, desain, konstruksi; dan peralatan. Proyek ini dilakukan dengan mengumpulkan jenis data kualitatif dan kuantitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni studi dokumentasi dan angket, dengan teknik analisis data deskriptif. Hasil proyek menunjukkan bahwa persentase dari persyaratan lokasi telah dipenuhi sebesar 83,33%. Kemudian untuk persyaratan sarana pendukung, akses jalan menuju RPH dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan termasuk kendaraan pengangkut ternak. Kemudian, RPH membutuhkan pasokan listrik sebesar 4.500 VA, air sebanyak 100 sampai dengan 1.000 liter per hari, serta dilengkapi fasilitas sarana penanganan limbah cair dan padat. Untuk persyaratan tata letak, desain dan konstruksi RPH direncanakan akan membngun delapan unit bangunan baru dengan total luas 1.028, 18 m², serta RPH perlu dilengkapi paling kurang 30 jenis peralatan. Besarnya estimasi biaya perencanaan aset RPH berdasarkan SNI pada tahun 2020 adalah Rp 3.279.731.532,-. Kata Kunci: Rumah Potong Hewan (RPH), Perencanaan Aset, Persyaratan RPH, Standar Nasional Indonesia (SNI).
Ringkasan Alternatif
The object of this project is the abattoir building, which is one of the assets belonging to the City of Cimahi Government, which is located at Jalan Sukimun RT 03/04, Baros, Cimahi City, West Java. This abattoir has stopped operating to carry out slaughtering activities since 2007. So, currently the abattoir has suffered heavy damage and has been idle for nearly 13 years. Based on the results of the research on Case Study of the Performance Evaluation and Determination Asset Needs for Abattoir owned by the Cimahi City Government (Soamole, 2020), it is known that there are indications of problems that due to the damage, the physical building of the abattoir does not meet the requirements in accordance with Permentan No 13 Tahun 2010 Tentang Persyaratan Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unit Penanganan Daging (UPD) dan SNI 01-6159-1999 tentang Rumah Potong Hewan. This project aims to produce a abattoir asset development plan based on SNI, as well as find out the estimated cost required. The theoretical basis used is the theory of asset planning and cost estimation. As for the normative basis using Permentan No 13 Tahun 2010 dan SNI concered about requirements abattoir including location requirements; supporting facilities; layout, design, construction; and equipment. This project is carried out by collecting qualitative and quantitative data types with primary data sources and secondary data. The data collection techniques used were documentation study and questionnaire. The data were analyzed using descriptive data analysis techniques. The project results show that the proportion of location requirements has been met 83.33%. Then for the supporting facilities requirements, the road access to the abattoir can be passed by various types, including livestock transporting vehicles. Then, the abattoir requires electricity supply of 4,500 VA, as much as 100 to 1,000 liters water per day, and is equipped with waste and solid processing facilities. For the requirements of the layout, design and construction of the abattoir which is planned to provide eight new building units with a total area of 1.028,18 m², and the abattoir needs to be equipped with less than 30 types of equipment. The amount of abattoir asset planning costs based on SNI in 2020 is Rp 3.279.731.532, -. Keywords: Abattoir, Asset Planning, Abattoir Requirement, Indonesian National Standard.
Sumber