Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Aset Wisata Olahraga Rekreasi Pada Lahan Hutan Bukit Kiara Payung Kabupaten Bandung
Fahmi Budi Riyanto (2021) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Bukit Kiara Payung merupakan salah satu aset hutan yang terletak di Kabupaten Bandung yang merupakan hutan lindung dengan ditumbuhi oleh pohon pinus dan kopi. Penggunaannya saat ini hanya sekedar dijadikan hutan untuk perkebunan kopi. Berdasarkan hasil penelitian studi kasus yang dilakukan sebelumnya kinerja dari Bukit Kiara Payung belum dapat dijalankan dengan baik, atau masih terdapat permasalahan dalam pengoperasian Bukit Kiara Payung yang terdiri dari masalah kondisi fisik, kinerja pemanfaatan dan kinerja keuangan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diajukan solusi untuk mengatasinya yaitu dengan melakukan melakukan pemanfaatan untuk dijadikan destinasi olahraga rekreasi, hal ini dilakukan guna meningkatkan pendapatan yang dari Bukit Kiara Payung selain itu hal ini juga bertujuan untuk pengelolaan jangka panjang pada Bukit Kiara Payung. Pemanfaatan sebagai destinasi olahraga rekreasi harus ditunjang oleh fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung. Berdasarkan hal tersebut maka harus dilakukan perencanaan aset fasilitas olahraga rekreasi dengan tahapan penentuan kebutuhan aset, pengembangan strategi aset dan penganggaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fasilitas apa saja yang dibutuhkan pada Bukit Kiara Payung dan berapa estimasi biaya untuk mengadakan fasilitas tersebut. landasan teori yang digunakan adalah kombinasi dari Yoeti (2008), Lee (2016) serta Ginting dan Halim (2019) mengenai fasilitas olahraga dan rekreasi alam. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi dan studi dokumentasi, dengan teknik analisi data menggunakan uji validitas dan reliabilitas serta estimasi biaya. Penelitian yang dilakukan menghasilkan rencana kebutuhan aset fasilitas yang terdiri dari sarana pejalan kaki, toilet, tempat parkir. papan informasi, tempat piknik, fasilitas olahraga, sarana ibadah, sarana kebersihan,sarana kesehatan, kios makanan, pusat informasi wisata dan sarana keamanan. Estimasi biaya pengadaan seluruh fasilitas yang direncanakan adalah Rp. 9.032.758.911 Kata Kunci: Perencanaan Aset. Fasilitas olahraga Rekreasi, Estimasi Biaya.
Ringkasan Alternatif
Bukit Kiara Payung is one of the forest assets located in Bandung Regency. Bukit Kiara Payung which is a protected forest consisting of pine and coffee forests. currently only used forests for coffee plantations. From the results of case study research conducted previously, the performance of Bukit Kiara Payung has not been able to run properly, or there are still problems in the Bukit Kiara Payung problem which consists of physical problems, performance and financial performance. Based on these problems, a solution is proposed to overcome it, namely by making use of it to become a recreational sports destination, this is done to increase the income from Bukit Kiara Payung besides that this also aims to manage the long term on Bukit Kiara Payung. Utilization as a recreational sports destination must be supported by those who can meet the needs of visitors. Based on this, asset planning must be carried out in the game with the stages of determining strategy, asset development and budgeting. The purpose of this research facility is to find out what facilities are needed at Bukit Kiara Payung and how much is the estimated cost to hold it. The theoretical basis used is a combination of Yoeti (2008), Lee (2016) and Ginting and Halim (2019) regarding sports and nature recreation facilities. The method used is descriptive method with quantitative and qualitative approaches. The data technique used questionnaires, interviews, observation and documentation study, with data analysis techniques using validity and reliability tests and cost estimates. The research conducted resulted in an asset requirement plan consisting of pedestrian facilities, toilets, and parking lots. information boards, picnic areas, sports facilities, worship facilities, sanitary facilities, health facilities, food stalls, tourist information centers and security facilities. The estimated cost for the procurement of all planned facilities is Rp. 9.032.758.911 Keyword: Requirement Planning, Recreational Sport Facilities, Cost Estimation.