Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU BAGI PENGADAAN TEH BUNGKUS GOALPARA KEMASAN 50 GRAM DI PTPN VIII PANGLEJAR BANDUNG.
RIKI HENDRAYANA (2005) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
PTPN VIII Panglejar merupakan suatu Perusahaan industri yang menghasilkan berbagai jenis teh. yaitu teh hijau (green tea), teh bungkus (Goalpara), teh walini, teh hitam (malabar), dan gunung mas. Kemasan dari tiap-tiap teh tersebut yaitu 50 gram, 100 gram, dan 250 gram. Permintaan konsumen dari tahun ke tahun terhadap kegiatan produksi di PTPN VIII Panglejar mengalami kenaikan khususnya bagi teh bungkus Goalpara kemasan 50 gram dan pihak perusahaan senantiasa berusaha memenuhi permintaan dengan sebaik-baiknya. Namun sering terjadi kekurangan bahan baku yang diperlukan untuk teh bungkus Goalpara kemasan 50 gram, akibatnya lead time produksi dalam pengadaan teh bungkus Goalpara kemasan 50 gram menjadi lambat dan mempengaruhi jadwal produksi akhir sehingga penyerahan produk bagi konsumen pun menjadi terhambat. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dalam memenuhi penyerahan produk secara tepat waktu. Berdasarkan uraian diatas maka perlu diupayakan suatu langkah yang lebih baik dalam menangani masalah guna menjamin kelancaran produksi terutama pada teh bungkus goalpara kemasan 50 gram.
Ringkasan Alternatif
PTPN VIII Panglejar merupakan suatu Perusahaan industri yang menghasilkan berbagai jenis teh. yaitu teh hijau (green tea), teh bungkus (Goalpara), teh walini, teh hitam (malabar), dan gunung mas. Kemasan dari tiap-tiap teh tersebut yaitu 50 gram, 100 gram, dan 250 gram. Permintaan konsumen dari tahun ke tahun terhadap kegiatan produksi di PTPN VIII Panglejar mengalami kenaikan khususnya bagi teh bungkus Goalpara kemasan 50 gram dan pihak perusahaan senantiasa berusaha memenuhi permintaan dengan sebaik-baiknya. Namun sering terjadi kekurangan bahan baku yang diperlukan untuk teh bungkus Goalpara kemasan 50 gram, akibatnya lead time produksi dalam pengadaan teh bungkus Goalpara kemasan 50 gram menjadi lambat dan mempengaruhi jadwal produksi akhir sehingga penyerahan produk bagi konsumen pun menjadi terhambat. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dalam memenuhi penyerahan produk secara tepat waktu. Berdasarkan uraian diatas maka perlu diupayakan suatu langkah yang lebih baik dalam menangani masalah guna menjamin kelancaran produksi terutama pada teh bungkus goalpara kemasan 50 gram.
Sumber