Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PERENCANAAN JUMLAH PRODUKSI OPTIMAL DALAM
MENGOPTIMALKAN KEUNTUNGAN DENGAN PENDEKATAN
PROGRAMA LINIER BERDASARKAN METODE SIMPLEKS PADA
PEMBUATAN TEH MEREK SENDIRI DI INDUSTRI HILIR TEH
PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII (PERSERO) BANDUNG
ALIK KUSWARA (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Industri Hilir Teh merupakan unit usaha yang dimiliki oleh PT. Perkebunan
Nusantara VIII yang berfungsi sebagai pabrikan dalam pengepakan produk-produk
teh. Kegiatan proses pengepakan teh terdiri dari tiga jenis famili produk
diantaranya adalah Own Branding, Co Branding dan Makloon. Khusus untuk
produksi Own Branding, IHT PTPN VIII memiliki dua jenis merk produk yaitu
walini dan malabar, yang masing-masing terdiri dari teh celup hitam/hijau dan teh
seduh hitam/hijau. Dalam penelitian ini diambil setiap jenis produk dari teh walini
yaitu teh celup walini hitam 50gr, teh seduh walini hitam 100gr dan teh celup
walini hijau 50gr.
Selama ini perusahaan dalam memproduksi setiap jenis teh walini tersebut masih
berdasarkan intuitif atau berdasarkan perkiraan pihak manajeman perusahaan
dengan melihat permintaan periode masa lalu, sehingga pemanfaatan sumbersumber
produksi masih dirasakan kurang tepat. Sehingga perlu adanya metode
yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut.
Dengan menggunakan model programa linier dengan metode simpleks, akan
ditentukan berapakah jumlah produksi optimal untuk setiap jenis produk teh
walini serta keuntungan maksimal yang akan didapatkan oleh perusahaan
berdasarkan perencanaan jumlah produksi tersebut berdasarkan batasan sumbersumber
produksi yang digunakan, antara lain batasan waktu, batasan bahan baku
teh yang digunakan dan batasan permintaan.
Hasil dari perhitungan metode simpleks yang dilakukan secara per tiga bulanan
memberikan hasil keuntungan optimal untuk setiap jenis produk teh walini pada
periode tiga bulan pertama (Juni, Juli dan Agustus) sebesar Rp 406.252.100
dengan jumlah produksi sebesar 6328 karton, pada periode tiga bulan kedua
(September, Oktober dan November 2006) keuntungan yang didapat adalah Rp
414.662.200dengan jumlah produksi 6456 karton, pada periode tiga bulan ketiga
Desember 2006, Januari, Febuari 2007) keuntungan yang didapat adalah sebesar
Rp 422.780.500 dengan jumlah produksi 6585 karton, pada periode tiga bulan
keempat (Maret, April dan Mei 2007) keuntungan yang akan didapat adalah
sebesar Rp 431.110.100 dengan jumlah produksi sebesar 6715 karton. Sehingga
keuntungan yang diperoleh perusahaan selama satu tahun adalah sebesar Rp
1.674.804.900 dengan jumlah produksi total sebesar 26084 karton.
Ringkasan Alternatif
Industri Hilir Teh merupakan unit usaha yang dimiliki oleh PT. Perkebunan
Nusantara VIII yang berfungsi sebagai pabrikan dalam pengepakan produk-produk
teh. Kegiatan proses pengepakan teh terdiri dari tiga jenis famili produk
diantaranya adalah Own Branding, Co Branding dan Makloon. Khusus untuk
produksi Own Branding, IHT PTPN VIII memiliki dua jenis merk produk yaitu
walini dan malabar, yang masing-masing terdiri dari teh celup hitam/hijau dan teh
seduh hitam/hijau. Dalam penelitian ini diambil setiap jenis produk dari teh walini
yaitu teh celup walini hitam 50gr, teh seduh walini hitam 100gr dan teh celup
walini hijau 50gr.
Selama ini perusahaan dalam memproduksi setiap jenis teh walini tersebut masih
berdasarkan intuitif atau berdasarkan perkiraan pihak manajeman perusahaan
dengan melihat permintaan periode masa lalu, sehingga pemanfaatan sumbersumber
produksi masih dirasakan kurang tepat. Sehingga perlu adanya metode
yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut.
Dengan menggunakan model programa linier dengan metode simpleks, akan
ditentukan berapakah jumlah produksi optimal untuk setiap jenis produk teh
walini serta keuntungan maksimal yang akan didapatkan oleh perusahaan
berdasarkan perencanaan jumlah produksi tersebut berdasarkan batasan sumbersumber
produksi yang digunakan, antara lain batasan waktu, batasan bahan baku
teh yang digunakan dan batasan permintaan.
Hasil dari perhitungan metode simpleks yang dilakukan secara per tiga bulanan
memberikan hasil keuntungan optimal untuk setiap jenis produk teh walini pada
periode tiga bulan pertama (Juni, Juli dan Agustus) sebesar Rp 406.252.100
dengan jumlah produksi sebesar 6328 karton, pada periode tiga bulan kedua
(September, Oktober dan November 2006) keuntungan yang didapat adalah Rp
414.662.200dengan jumlah produksi 6456 karton, pada periode tiga bulan ketiga
Desember 2006, Januari, Febuari 2007) keuntungan yang didapat adalah sebesar
Rp 422.780.500 dengan jumlah produksi 6585 karton, pada periode tiga bulan
keempat (Maret, April dan Mei 2007) keuntungan yang akan didapat adalah
sebesar Rp 431.110.100 dengan jumlah produksi sebesar 6715 karton. Sehingga
keuntungan yang diperoleh perusahaan selama satu tahun adalah sebesar Rp
1.674.804.900 dengan jumlah produksi total sebesar 26084 karton.