Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Kebutuhan Aset Pasar Tradisional Tagog Padalarang
Tessa Mercylia Tansa (2018) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Pasar Tradisional Tagog Padalarang adalah salah satu pasar kelas I di Kabupaten Bandung Barat. Pemasalahan utama pada Pasar Tradisional Tagog Padalarang berdasarkan hasil Studi Kasus Evaluasi Kinerja Aset Pasar Tradisional Tagog Padalarang adalah kondisi eksisting bangunan pasar yang buruk dan tidak mampu menampung seluruh pedagang. Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian mengenai perencanaan kebutuhan aset pasar tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan kebutuhan aset yang memenuhi SNI 8152:2015 menggunakan analisis non fisik dan analisis fisik, serta biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Pasar Tradisional Tagog Padalarang. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori perencanaan kebutuhan aset, perencanaan bangunan, dan estimasi biaya. Selain itu juga digunakan beberapa landasan normatif mengenai standar pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara menggunakan kuesioner, observasi ilmiah, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini diketahui bahwa 1) berdasarkan hasil analisis non fisik, fasilitas yang dibutuhkan di pasar terdiri dari ruang dagang, kantor pengelola, alat pemadam api ringan, hidran, pos kemanan, CCTV, area bongkar muat barang, pos ukur ulang, tempat pembuangan sampah sementara, alat pengangkut sampah, tempat sampah, toilet, tempat cuci tangan, pos kesehatan, musholla, ruang laktasi, area merokok, dan ruang bersama; 2) berdasarkan analisis fisik, luas bangunan yang dibutuhkan adalah 7.310 m2 yang terdiri dari 3 lantai; 3) total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan pasar tradisional adalah sebesar Rp31.644.674.000,00.
Ringkasan Alternatif
Tagog Traditional Market Padalarang is one of the first class market in West Bandung regency. The main problem on Tagog Traditional Market Padalarang based on the result of Case Study of Tagog Traditional Market PadalarangÂ’s Performance Evaluation are the bad condition of existing market building and canÂ’t accomodate all vendors. In this regard, itÂ’s necessary to do a research about asset requirement planning of traditional market. The purpose of this research is to know the plan of asset requirement that meets SNI 8152:2015 using non physical analysis and physical analysis, and the cost needed for development of Tagog Traditional Market Padalarang. The theories used in this research are the theory of asset needs planning, building planning, and cost estimation. It also uses some normative foundations regarding traditional market standards. This research uses descriptive method with quantitative approach. Data collection techniques used are interview using questionnaire, observation, and documentation study. Based on the results and discussion in this research it is found that 1) based on the results of non-physical analysis, the facilities needed in the market consist of trading room, management office, fire extinguisher, hydrant, security post, CCTV, loading and unloading area, remeasurement post, temporary garbage disposal site, garbage haulers, waste bins, toilets, sink, health post, mosques, lactation room, smoking areas, and multipurposes room; 2) based on physical analysis, the required building area is 7,310 m2 consists of 3 floors; 3) the amount required for traditional market development is Rp31,644,674,000.00.
Sumber