Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Kebutuhan Lahan Dan Bangunan Pabrik Kopi PTPN VIII Kertamanah-Pangalengan
Tania Fitriya Fauzieni (2018) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
PTPN VIII Kertamanah-Pangalengan merupakan salah satu kebun/ unit usaha PTPN VIII yang dibentuk untuk menyelenggarakan usaha di bidang agro bisnis dan agro industri, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan barang dan/ atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya-saing kuat. Kegiatan usaha PTPN VIII Kertamanah meliputi pembudidayaan tanaman, pengolahan/ produksi, dan penjualan komoditi perkebunan teh dan penambahan komoditi perkebunan kopi sejak tahun 2012 yang dikelola oleh Afdeling Puncak Gedeh. Sampai saat ini, PTPN VIII Kertamanah masih belum dapat memenuhi kebutuhan pengolahan/ produksi kopi sehingga kegiatan produksi untuk sementara dilakukan di lahan dan bangunan ex-pabrik teh seluas 2,401m2. Namun, kondisi bangunan sudah tidak layak, tata letak ruangan pada bangunan tidak memiliki pembatas antar-ruang, dan proses produksi tidak berada dalam satu lingkup. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu dilakukan kajian mengenai perencanaan kebutuhan lahan dan bangunan untuk pembangunan baru pabrik kopi di PTPN VIII Kertamanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) perencanaan kebutuhan fisik aset berdasarkan a) analisis aspek fisik dan b) analisis aspek non-fisik, dan 2) perhitungan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk lahan dan bangunan pabrik kopi PTPN VIII Kertamanah-Pangalengan. Landasan teori yang digunakan adalah teori perencanaan kebutuhan aset dan estimasi biaya. Objek penelitian ini berupa lahan dan bangunan ex-pabrik teh PTPN VIII Kertamanah yang berada di Jl. PTPN VIII Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, 40378. Luas lahan dan bangunan objek penelitian adalah 2,401m2. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode triangulasi dengan melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa: 1) Standar kebutuhan fisik aset berdasarkan a) Hasil analisis aspek fisik adalah rincian ruangan yang dibutuhkan pabrik kopi diantaranya ruang pengolahan proses basah, ruang pengolahan proses kering, ruang penjemuran (outdoor), ruang penyimpanan/ gudang biji kopi, ruang kantor, ruang karyawan, ruang ibadah, dan ruang urinair (WC), b) Hasil analisis aspek non-fisik yaitu bangunan pabrik kopi dibangun diatas lahan ex-pabrik teh dengan luas lahan keseluruhan yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik kopi seluas 2,285.5m2, yang dimana areal seluas 1,895m2 dirancang seperti bangunan dengan atap yang dapat menyerap panas untuk proses penjemuran dan 390.5m2 dirancang seperti bangunan gedung pabrik tertutup. Adapun sisa lahan yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan lain seluas 115.5m2, dan 2) Total estimasi biaya dibutuhkan untuk lahan dan bangunan pabrik kopi PTPN VIII Kertamanah-Pangalengan adalah Rp 8,572,190,811.95.
Ringkasan Alternatif
PTPN VIII Kertamanah-Pangalengan is one of the business units of PTPN VIII established to conduct business in the field of agro-business and agro-industry, as well as optimizing the utilization of the companyÂ’s resources to produce goods and/or services of high quality and strong competitiveness. The activities of PTPN VIII Kertamanah includes cultivation of plants, processing/ production, and sale of tea plantation commodities and in an addition of coffee plantation commodities since 2012 managed by Afdeling Puncak Gedeh. Until this present, PTPN VIII Kertamanah is still unable to fulfill the needs of coffee processing/ production activities, and so coffee production is done in the land and building of ex-tea factory of PTPN VIII for the time being with and areal of 2,401m2. However, the condition of the building is not feasible, the layout of the room in the building has no barrier between rooms, and the production process is not available in one scope. In this regard, it is necessary to study the requirement planning of land and building for a new construction of PTPN VIII Kertamanah coffee factory. The purpose of this research is to know: 1) The physical requirements of assets based on a) physical aspect analysis and b) non-physical aspect analysis, and 2) The estimated cost required for the construction of PTPN VIII Kertamanah-Pangalengan coffee factory. The grandtheory used are assets requirement planning and cost estimation. The object of this research is the land and building of ex-tea factory of PTPN VIII Kertamanah located on Jl. PTPN VIII Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, 40378. The area of the land and building of this research object is 2,401m2. The research method used is descriptive method. The research approach used is quantitative and qualitative approach. The data were collected using triangulation method by observation, interview, and documentation study. Based on the results of this study, it can be seen that: 1) Physical asset requirements based on a) Physical aspect analysis is the details of the room needed by the coffee factory such as wet processing room, dry processing processing room, outdoor drying space, coffee storage room/ warehouse, office space, employee room, and urinal space (WC), b) Non-physical aspects analysis of the coffee plant construction is built on ex-tea plant with the total area of 2,285.5m2 required for the construction of a coffee plant, of which 1,895m2 is designed as a building with a roof that can absorb heat for drying coffee and 390.5m2 is designed as a closed factory building. The remaining land that can be utilized for other purposes is 115.5m2, and 2) The total estimated cost required of the land and building for coffee factory of PTPN VIII Kertamanah-Pangalengan is Rp 8,572,190,811.95.
Sumber