Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Kebutuhan Pembangunan Aset Gedung Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIB Kota Tasikmalaya
Ajeng Lidya Hastuti (2020) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Lembaga Pemasyarakayan Kelas IIB Kota Tasikmalaya adalah salah satu LAPAS yang dikelola kantor wilayah Kemenkumham Jawa Barat. Saat ini, lokasi bangunan gedung LAPAS tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Dan Wilayah Kota Tasikmalaya karena berada pada zona pemukiman berkepadatan tinggi serta pusat pelayanan umum dan tingkat hunian LAPAS mengalami kelebihan kapasitas sebesar 348%. Tujuan Penelitian ini adalah untuk merencanakan bangunan gedung LAPAS Kelas IIB Kota Tasikmalaya dan menghitung estimasi biayanya. Landasan teori yang digunakan adalah Panduan perencanaan penjara menurut UNOPS Tahun 2016 Tentang standar perencanaan penjara, dan estimasi biaya menurut Dagostino & Peterson Tahun 2011 Tentang biaya pembangunan, Means Tahun 2010 Tentang biaya penghijauan, dan Juwana Tahun 2005 Tentang biaya peralatan. Sedangkan, landasan normatif yang digunakan adalah Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M.01.Pl.01.01 Tahun 2003 Tentang Pola Bangunan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dan Perda Kota Tasikmalaya No 4 Tahun 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian terapan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini meliputi rencana bangunan gedung LAPAS dan estimasi biaya yang meliputi biaya pembangunan, penghijauan, dan peralatan. Luas perencanaan bangunan gedung LAPAS ialah 12.493 m2 yang meliputi unit hunian, blok pengasingan, blok orientasi, toilet, perpustakaan, poliklinik, workshop, dapur dan area makan, masjid, aula, lapangan, kantor, garasi, ruang genset, instalasi daur ulang air dan sampah. Total estimasi biaya pembangunan gedung LAPAS yaitu sebesar Rp. 57.434.015.122. Kata Kunci: Perencanaan Pembangunan Aset, Lembaga Pemasyarakatan, Estimasi Biaya.
Ringkasan Alternatif
The Class IIB Tasikmalaya City's Correctional Institution is one of the correctional institutions that manages the West Java’s Ministry of Law and Human Rights regional office. Currently, the correctional institution located is not accordance with RTRW Tasikmalaya City. In addition, the building is overcapacity by 348%. The purpose of this study is to development planning the Tasikmalaya City Class IIB Correctional Institution building and calculate the costs. The theoretical basis used in this study is a prison planning guide according to UNOPS of 2016 concerning prison planning standards , and estimated costs according to Dagostino & Peterson of 2011 concerning development cost , Means of 2010 concerning greening cots, and Juwana of 2005 concerning equipment cost. Whereas, the normative basis used is the Decree of the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia Number: M.01.Pl.01.01 of 2003 concerning Building Patterns of Correctional Technical Implementation Units and Local Regulation of Kota Tasikmalaya No. 4 of 2012. The research method used is an applied method by looking for quantitative and qualitative. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation studies. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of this study include the correctional institution building plan and estimated costs. The planning area of the correctional institution building is 12.493 m2 which includes housing units, isolation blocks, orientation blocks, toilets, libraries, polyclinics, workshops, kitchens and dining areas, mosques, halls, fields, offices, garages, generator rooms, water recycling installations and garbage. The total estimated cost of building a LAPAS building is Rp. 57.434.015.122. Keywords: Asset Development Planning, Correctional Institution, Cost Estimated.
Sumber