Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Kebutuhan Pembangunan dan Relokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Wilayah Pelayanan Soreang Kabupaten Bandung Berbasis Sistem Informasi Geografis
Aftian Margo Danar Ramadhani (2020) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Bandung masih memiliki permasalahan diantaranya TPST tidak memiliki kapasitas yang memadai, tidak berfungsi sebagaimana mestinya, berada pada lokasi yang tidak tepat, berada dalam kondisi rusak berat, dan umur manfaatnya akan segera habis, sehingga belum maksimal dalam membantu pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rencana kebutuhan bangunan TPST di Kabupaten Bandung yang mengacu pada Environmental Standards for Municipal Solid Waste Material Recovery Facilities (Government of Newfoundland and Labrador, 2010) dan perhitungan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk membangun TPST tersebut, serta mengetahui rencana penempatan lokasi untuk TPST yang baru dengan berbasis Sistem Informasi Geografis. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Environmental Standards for Municipal Solid Waste Material Recovery Facilities (Government Of Newfoundland and Labrador, 2010) yang meliputi tiga komponen yaitu Site Selection, Facility Location and Facility Design, dan Operations Plans. Landasan normatif yang digunakan adalah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis spasial, adapun metode yang digunakan dalam menentukan estimasi biaya adalah metode unit terpasang dan meter persegi. Hasil dari perencanaan pembangunan TPST yaitu 1) Kriteria lokasi TPST 2) Rancangan bangunan yang terdiri dari fasilitas ruang penerimaan, ruang pemilahan, ruang daur ulang sampah, ruang pengumpulan sampah residu, fasilitas penunjang, dan fasilitas pengendalian pencemaran lingkungan, 3) Alur proses pengolahan sampah yang terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu penerimaan, pemilahan, dan pendaur ulangan sampah. Selain itu dihasilkan pula perhitungan estimasi biaya yang terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung. Hasil dari perencanaan relokasi adalah rekomendasi lokasi untuk TPST yang telah dirancang. Kata Kunci: Perencanaan Kebutuhan, Pembangunan, Lokasi, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, Sistem Informasi Geografis.
Ringkasan Alternatif
Material Recovery Facility (MRF) in Bandung Regency still has problems still has problems including MRF does not have adequate capacity, is not functioning properly, is in an improper location, is in a state of severe damage, and its useful life will soon run out, so it is not maximum in helping waste management in Bandung Regency. The purpose of this study was to find out a building plan for MRF in Bandung Regency that refers to the Environmental Standards for Municipal Solid Waste Material Recovery Facilities (Government of Newfoundland and Labrador, 2010) include the estimated costs needed to build the MRF and find out location placement plan for The new MRF is based on Geographic Information Systems. The grand theory used in this study is the Environmental Standards for Municipal Solid Waste Material Recovery Facilities (Government of Newfoundland and Labrador, 2010) which includes three components: Site Selection, Facility Location and Facility Design, and Operations Plans. The normative used is the Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013. The research method used in this case study research is descriptive method using qualitative and quantitative approaches. While the data collection techniques used include observation, interviews and documentation studies. The data analysis technique used is descriptive analysis and spatial analysis, while the method used in determining the estimated cost is the method of installed units and square meters. The results of the MRF development plan are 1) MRF location criteria 2) Building design consisting of receiving room facilities, sorting room, waste recycling room, residual waste collection room, supporting facilities, and environmental pollution control facilities, 3) Flow chart of waste processing which consists of three main activities: receiving, sorting, and recycling waste. In addition, the calculation of estimated costs also consists of direct and indirect costs. The result of the relocation planning is location recommendations for the MRF that have been designed Keywords: Need Planning, Construction, Location, Material Recovery Facility (MRF), Geographic Information System.