Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Optimasi Penggunaan dan Pemanfaatan Aset Sungai Mati Daraulin Kabupaten Bandung
Astri Amalia (2020) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Sungai Mati Daraulin merupakan hasil sudetan dari Sungai Citarum yang berada di Jalan Daraulin, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Permasalahan yang terdapat di Sungai Mati daraulin adalan tertutupnya inlet oleh bangunan. Akibatnya, fungsi sungai mati sebagai pengendali banjir ketika debit air meluap tidak terpenuhi karena pintu air yang tertutup. Kondisi kedua yaitu, tidak adanya dinding penahan tanah dan vegetasi alami sebagai pencegah erosi. Dari dua kondisi tersebut, menyebabkan penggunaan Sungai Mati Daraulin belum sesuai. Permasalahan lain terdapat pada banyaknya bangunan illegal yang berdiri di sepanjang Garis Sempadan Sungai. Kondisi di sekitar sungai mati sebagian besar berupa lahan kosong sudah digunakan oleh masyarakat sebagai area pertanian dan perkebunan, namun pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat belum memenuhi dan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan adalah salah satu faktor masalah di Sungai Mati Daraulin. Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan optimasi penggunaan dan pemanfaatan. Grand Theory yang digunakan dalam penelitian yakni penggunaan Sungai Mati sebagai pengendali banjir (Pratiwi, dkk, 2014) dan pencegah erosi (Anwar,dkk, 2009). Perencanaan kebutuhan asset dan pemanfaatan Sungai Mati untuk pariwisata menggunakan teori 4A (atraksi, aksesibilitas, ameniti, dan ansilari) berdasarkan (Sugiama, 2014) dan estimasi biaya (Prawoto, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan penggunaan dan pemanfaatan yang sesuai dengan kondisi Sungai Mati Daraulin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, studi dokumentasi, wawancara dan studi banding/benchmark. Hasil yang didapat berupa Perencanaan Optimasi Penggunaan dan Pemanfaatan Aset Sungai Mati Daraulin Kabupaten Bandung. Hasil penelitian ini adalah optimasi penggunaan Sungai Mati Daraulin sebagai pengendali banjir dengan reaktivasi aliran sungai dan membangun kembali pintu air pada inlet, optimasi penggunaan Sungai Mati Daraulin sebagai pencegah erosi dengan cara vegetasi dan membangun dinding penahan tanah berupa bronjong. Sedangkan, optimasi pemanfaatan sungai mati daraulin adalah sebagai destinasi wisata dengan konsep agrowisata. Rencana desain mencakup jalan inspeksi, broadwalk, cottage, amphitheater, pusat jajanan kuliner, taman rekreasi, pusat adrenalin, kebun buah dan sayur, ternak hewan kambing dan kelinci, spot selfie, toko souvenir, kantor pusat informasi dan ATM Centre. Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk perencanaan optimasi penggunaan dan pemanfaatan Sungai Mati Daraulin sebesar Rp. 92.784.741.618,2451. Kata Kunci: Perencanaan Kebutuhan Aset, Perencanaan Optimasi Penggunaan, Perencanaan Optimasi Pemanfaatan, Sungai Mati, Oxbow, Agrowisata, Estimasi Biaya.
Ringkasan Alternatif
Oxbow Daraulin is the result of a row from the Citarum River on Daraulin street, Nanjung Village, Margaasih District, Bandung. The problems found in Oxbow Daraulin are the closure of inlets by buildings. As a result, the function of oxbow as a flood controller when overflowing water discharge is not fulfilled because the floodgates are closed. The second condition is the absence of soil retaining walls and natural vegetation as a preventative erosion. Of the two conditions, the use of Oxbow Daraulin has not been appropriate. Another problem is the number of illegal buildings that stand along the River Side Line. The conditions around the dead river are mostly in the form of empty land already used by the community as an agricultural and plantation area, but the utilization carried out by the community has not met and in accordance with applicable regulations and the lack of public awareness to protect the environment is one of the problems in the Oxbow Daraulin . Based on these problems, it is necessary to optimize the use and utilization. Grand Theory used in the study is the use of oxbows as flood controllers (Pratiwi et al., 2014) and erosion prevention (Anwar et al., 2009). Asset requirements planning and utilization of oxbow for tourism use the 4A theory (attractions, accessibility, amenities, and ansilari) based on (Sugiama, 2014) and estimated costs (Prawoto, 2014). The purpose of this study is to plan the use and utilization that is in accordance with Oxbow Daraulin conditions. The research method used is descriptive method with qualitative and quantitative approaches. Data collection techniques include observation, study documentation, interviews and comparative studies / benchmarks. The results obtained were in the form of Optimization Planning for Use and Use of Oxbow Daraulin Assets in Bandung Regency. The results of this study were the optimization of the use of Oxbow Daraulin as a flood controller by reactivating river flow and rebuilding sluice gates in the inlet, optimizing the use of the Daraulin Dead River as a preventative erosion by vegetation and build a retaining wall in the form of gabions. Meanwhile, optimizing the use of the daraulin dead river as a tourist destination with the concept of agrotourism. Design plans include inspection roads, broadwalk, cottages, amphitheater, culinary hawker centers, recreational parks, adrenaline centers, fruit and vegetable gardens, goat and rabbit farm, selfie spots, souvenir shops, information centers and ATM Centers. The estimated cost required for planning optimization of the use and utilization of the Mati Daraulin River is Rp. 92,784,741,618,2451. Keywords: Asset Requirement Planning, Usage Optimization Planning, Utilization Optimization Planning, Sungai Mati, Oxbow, Agrotourism, Cost Estimates.