Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Optimasi Penggunaan dan Pemanfaatan Aset Waduk Cijere di Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat
Tiara Ulul Azmi (2020) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Waduk Cijere merupakan salah satu aset milik PT Indonesia Power dengan luas 19,13 hektar dan berlokasi di Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat. Fungsi utama Waduk Cijere adalah sebagai penyeimbang aliran air Waduk Saguling. Permasalahan yang terjadi pada Waduk Cijere adalah penggunaan yang tidak optimal karena bangunan mercu bendung sebagai bangunan bantu dalam kondisi rusak berat. Selain itu, pemanfaatan Waduk Cijere saat ini hanya digunakan sebagai budi daya perikanan yang belum sesuai dengan standar keramba jaring apung (KJA) serta masih terdapat lahan kosong di bantaran Waduk Cijere yang belum dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah perencanaan perbaikan mercu bendung waduk Cijere berdasarkan kondisi normal waduk, perencanaan optimasi pemanfaatan aset Waduk Cijere berdasarkan konsep waterfront, perencanaan penataan keramba jaring apung (KJA) Waduk Cijere, dan perhitungan estimasi biaya untuk optimasi penggunaan dan pemanfaatan aset Waduk Cijere. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perencanaan kebutuhan aset menurut Watkins (2012), optimasi aset menurut Siregar (2004), penggunaan aset Waduk menurut Shiddiqui (2009), pemanfaatan aset waduk menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27 Tahun 2015, serta konsep Waterfront menurut Fransz dan Tondobala (2011) dan elemen perencanaan waterfront menurut Hussein dan Rosemary (dalam Poedjioetami dan Mutfianti, 2018), serta estimasi biaya menurut Prawoto (2014). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi banding. Hasil dari penelitian ini adalah rencana pembongkaran dan pembangunan kembali bangunan mercu bendung agar fungsi Waduk Cijere sebagai penyeimbang aliran dapat optimal; rencana pembuatan taman wisata dengan konsep waterfront berdasarkan elemen site planning, services, preservation, visual, streetscape and landscape, access and transportation, dan land use and facilities, serta penataan ulang terhadap keramba jaring apung (KJA) sesuai dengan standar KJA. Fasilitas taman wisata yang direncanakan adalah fasilitas taman, fasilitas bersantai, fasilitas bermain, fasilitas berfoto, dan fasilitas penunjang. Total estimasi biaya untuk perencanaan optimasi penggunaan dan pemanfaatan aset Waduk Cijere adalah Rp 4.958.026.464,-. Kata kunci: Perencanaan, Optimasi Aset, Penggunaan Aset, Pemanfaatan Aset, Waduk.
Ringkasan Alternatif
Cijere Reservoir is an asset of PT Indonesia Power with an area of 19.13 hectares and is located in Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. The main function of the Cijere Reservoir is to balance the water flow of the Saguling Reservoir. The problem that occurs in the Cijere Reservoir is that the use is not optimal because the dam building as a supporting building is in a damage condition. In addition, the utilization of the Cijere Reservoir is currently only used as fishery cultivation which is not yet in accordance with the standard of floating net cages (KJA) and there is still empty land on the banks of the Cijere Reservoir that has not been utilized. The purpose of this study was to plan the improvement of the Cijere reservoir dam based on the normal conditions of the reservoir, optimization planning of the use of Cijere Reservoir assets based on waterfront concepts, Cijere Reservoir floating cage planning, and calculation of estimated costs for optimizing the use and utilization of Cijere Reservoir assets. The theory used in this study is asset needs planning according to Watkins (2012), asset optimization according to Siregar (2004), the use of reservoir assets according to Shiddiqui (2009), the use of reservoir assets according to Peraturan Menteri PUPR Nomor 27 Tahun 2015, and the Waterfront concept according to Fransz and Tondobala (2011) and elements of waterfront planning according to Hussein and Rosemary (in Poedjioetami and Mutfianti, 2018), as well as estimated costs according to Prawoto (2014). The research method that used is descriptive method with qualitative and quantitative research approaches. Data collection techniques that used are observation, interviews, documentation studies, and comparative studies. The results of this study are the plan to demolish and rebuild the dam building so that the function of the Cijere Reservoir as a flow balancer can be optimal; plan to create a tourism park with a waterfront concept based on elements of site planning, services, preservation, visuals, streetscape and landscape, access and transportation, and land use and facilities, as well as rearranging floating net cages (KJA) in accordance with KJA standards. The planned tourist park facilities are garden facilities, leisure facilities, play facilities, photo facilities and supporting facilities. The total estimated cost for planning optimization of the use and utilization of Cijere Reservoir assets is Rp. 4,958,026,464. Keywords: Planning, Asset Optimization, Use of Assets, Asset Utilization, Reservoir.