Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Pembangunan Kembali Aset Pabrik Teh Gunung Mas PT Perkebunan Nusantara VIII
Egy Permana Putra (2021) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Pabrik teh Gunung Mas merupakan salah satu unit pabrik teh yang dikelola oleh Kebun Gunung Mas PT Perkebunan Nusantara VIII. Lokasi pabrik teh Gunung Mas ini berada di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Jawa Barat. Kondisi ekisting pabrik saat ini idle, sudah tidak beroperasi sejak tahun 2013 dan tidak terdapat perawatan khusus dari pihak pengelola pabrik yakni Kebun Gunung Mas PT Perkebunan Nusantara VIII. Kondisi fisik pabrik mengalami kerusakan berat pada beberapa ruangan yang terdapat pada pabrik dan luas ruangan produksi tidak dapat menampung luasan yang dibutuhkan untuk penyimpanan mesin produksi teh sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan kembali. Selain itu, terdapat permintaan produksi yang harus dipenuhi oleh pabrik setiap harinya. Semenjak pabrik tidak beroperasi kembali, terjadi penurunan produksi teh di wilayah kabupaten Bogor. Oleh karena itu, PT Perkebunan Nusantara VIII menginginkan pabrik untuk dapat dibangun kembali sesuai dengan fungsi pabrik dengan tujuan memenuhi permintaan produksi teh setiap harinya. Pada proyek ini, jenis metode yang digunakan adalah deskriptif melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Unit analisis pada proyek ini yaitu Pabrik teh Gunung Mas milik PT Perkebunan Nusantara VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, wawancara dengan pengelola pabrik selaku responden, dan observasi untuk melihat kondisi ekisting pabrik secara langsung. Pada penelitian studi kasus sebelumnya, telah dilakukan analisis kelayakan terhadap pabrik bahwa pabrik telah layak secara legal yakni memenuhi persyaratan administratif dan syarat teknis bangunan. Namun, pabrik belum layak secara teknis produksi karena tidak terdapat mesin dan alat yang digunakan sebagai proses produksi. Oleh karena itu, mengingat bahwa kondisi fisik pabrik tidak layak untuk digunakan kembali dan memerlukan perencanaan kebutuhan untuk menjalankan operasinya kembali, maka perlu dilakukannya perencanaan pembangunan kembali terhadap pabrik dengan judul "Perencanan Pembangunan Kembali Aset Pabrik Teh Gunung Mas PT Perkebunan Nusantara VIII". Pada proyek ini dilakukan pembongkaran terhadap bangunan pabrik lama yang sudah tidak memungkinkan untuk digunakan, kemudian dibangun kembali dengan tujuan mengoptimalkan fungsi pabrik dan merencanakan kebutuhan aset yang dibutuhkan untuk proses produksi. Kata kunci: Perencanaan Kebutuhan, Pembangunan Kembali, Pabrik Teh.
Ringkasan Alternatif
Gunung Mas Tea Factory is one of the tea factory units managed by Kebun Gunung Mas PT Perkebunan Nusantara VIII. The location of the Gunung Mas tea factory is located in Cisarua District, Bogor Regency, West Java. The existing plant condition is currently idle, it has not been operating since 2013 and there is no special treatment from the factory manager namely Kebun Gunung Mas PT Perkebunan Nusantara VIII. The physical condition of the factory suffered heavy damage in several rooms contained in the factory, so it is not possible to be reused. In addition, there are production demands that must be met by the factory every day. Since the factory did not operate again, there was a decline in tea production in the Bogor regency. Therefore, PT Perkebunan Nusantara VIII wants the factory to be rebuilt in accordance with the function of the factory with the aim of meeting the demand for daily tea production. In this study, the type of method used is descriptive through qualitative and quantitative approaches. The unit of analysis in this study is the Gunung Mas Tea Factory owned by PT Perkebunan Nusantara VIII. Data collection techniques used were study documentation, interviews with plant managers as respondents, and observations to see the condition of the existing plant directly. In previous case study research, a feasibility analysis has been carried out on the factory that the factory is legally feasible, namely meeting administrative requirements and building technical requirements. However, the factory is not technically feasible for production because there are no machines and tools used as a production process. Therefore, given that the factory's physical condition is not suitable for reuse and requires planning of the need to carry out its operations again, it is necessary to conduct a study of the factory entitled "Planning Rebuilding Asset of the Gunung Mas Tea Factory of PT Perkebunan Nusantara VIII". In this research, demolition of the old factory building which was not possible to be used was then rebuilt with the aim of optimizing the function of the factory and planning the asset requirements needed for the production process. Keywords: Planning, Rebuilding, Tea Factory.