Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Pemeliharaan Bangunan Pabrik Berdasarkan Lean Maintenance Approach Pada PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero)
Pasya Faishal Aushoof (2021) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) memiliki pemeliharaan yang telah diterapkan pada bangunan pabrik blok A – 06 dengan kondisi bangunan tidak mengalami perbaikan (indcondition). Namun pemeliharaan tersebut hanya bersifat korektif yang berdampak pada waktu tunggu saat perbaikan dilakukan sehingga investor perlu menunggu perbaikan diselesaikan. Biaya pemeliharaan korektif yang telah dilakukan menghabiskan biaya sebesar Rp. 263.016.263,33, biaya tersebut menjadi lebih tinggi sebesar 9,5% yang menyebabkan keuntungan sewanya menurun karena pemeliharaan dibebankan kepada PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Dalam membuat perencanaan pemeliharaan pada bangunan pabrik blok A – 06 digunakan Lean Maintenance Approach menurut Irajpour dkk (2014) yang mencakup empat aspek yaitu Planning and scheduling, Maintenance execution, Equipment performance, dan Maintenance cost. Metode perancangan proyek yang digunakan yakni metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui teknik pengumpulan data dengan wawancara kepada petugas Divisi Pemeliharaan Kawasan dan studi dokumentasi berupa rencana anggaran biaya pemeliharaan yang sebelumnya telah dilakukan. Hasil dari proyek ini adalah rencana pemeliharaan aset bangunan pabrik blok A – 06 yang mendorong peningkatan kinerja pemeliharaan aset bangunan guna memberikan hasil yang menjamin ketersediaan dan keandalan aset secara ekonomis dan teknis. Penyebab kerusakan, dampak yang terjadi, dan rentang waktu perbaikan pada bangunan dapat diketahui melalui aspek planning and scheduling, lalu aspek maintenance execution menghasilkan aktivitas pemeliharaan yang perlu dilakukan pada bangunan blok A – 06 meliputi atap, dinding, lantai, lampu penerangan, pintu dan jendela. Aspek equipment performance menghasilkan kebutuhan material dan peralatan yang diperlukan untuk pemeliharaan per tiga bulan, per enam bulan, dan tahunan, sedangkan maintenance cost menghasilkan Biaya pemeliharaan yang dihitung berdasarkan jumlah material, peralatan, dan upah tenaga kerja yang dibutuhkan sebesar Rp. 127.859.186,44, biaya tersebut lebih rendah 5% sehingga menambah keuntungan sewa bangunan sebesar Rp. 135.157.076,9. Rencana pemeliharaan aset bangunan pabrik blok A – 06 menghasilkan alur proses pemeliharaan yang perlu diterapkan oleh Divisi Pemeliharaan Kawasan jika melakukan pekerjaan pemeliharaan. Kata Kunci: Perencanaan, Pemeliharaan Aset, bangunan, Lean Maintenance Approach.
Ringkasan Alternatif
PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) has a maintenance system that has been applied to the factory building block A - 06 with the condition of the building not undergoing repair (indcondition). However, the maintenance system is only corrective which impacts on the waiting time when repairs are carried out so investors need to wait for repairs to be completed. Corrective maintenance costs that have been carried out cost Rp. 263,016,263.33, the cost is higher by 9.5% which causes the rental profit to decrease because maintenance is borne by PT. Nusantara Bonded Zone (Persero). In making maintenance plans in block A - 06 factory buildings, the Lean Maintenance Approach is used according to Irajpour et al. (2014) which includes four aspects, namely Planning and scheduling, Maintenance execution, Equipment performance, and Maintenance costs. The project design method used is descriptive method with quantitative and qualitative approaches through data collection techniques by interviewing officers of the Area Maintenance Division and a documentation study in the form of a previously carried out maintenance cost budget plan. The result of this project is a plan for the asset maintenance system for the block A - 06 factory building which encourages improvement in the maintenance performance of building assets in order to provide results that ensure the availability and reliability of assets economically and technically. The causes of damage, the impact that occurred and the time span for repairs to the building can be identified through planning and scheduling indicators, then the maintenance execution indicators produce maintenance activities that need to be carried out in building block A - 06 including roofs, walls, floors, lighting, doors and windows. Equipment performance indicators produce material and equipment requirements needed for maintenance every three months, every six months, and annually, while maintenance costs produce maintenance costs calculated based on the amount of material, equipment and labor wages required of Rp. 127,859,186.44, the cost is 5% lower, thus increasing the rent on the building by Rp. 135,157,076.9. The plant building asset maintenance plan block A - 06 produces a maintenance process flow that needs to be implemented by the Area Maintenance Division when carrying out maintenance work. Keywords: Planning, Asset Maintenance, Buildings, Lean Maintenance Approach.
Sumber