Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Pengembangan Aset Attraction, Accessibility, dan Amenities Pada Kawasan Agrowisata PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Goalpara
Laelannisa Kusuma Ramdani (2021) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Goalpara memiliki lahan dengan kepemilikan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 2,5 Ha dan akan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata. Hal ini sesuai dengan Rencana Ruang Wilayah Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2032 dan hasil wawancara dengan Kepala Divisi Bagian Umum. Berdasarkan hasil evaluasi bahwa aset attraction yang ada hanya sebatas natural attraction serta accessibility dan amenities belum memenuhi standar aset untuk pariwisata. Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan rencana pengembangan aset attraction, accessibility, dan amenities serta mengetahui estimasi biaya. Landasan teori yang digunakan adalah perencanaan kebutuhan aset, pengembangan aset berdasarkan komponen pariwisata dan agrowisata, serta estimasi biaya dengan perhitungan menggunakan metode menurut. Landasan normatif yang digunakan adalah mengenai standar pemenuhan untuk aset wisata berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019. Proyek ini dilakukan dengan mengumpulkan jenis data kualitatif dan kuantitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi ilmiah, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Proyek ini menghasilkan rancangan berdasarkan komponen pariwisata yaitu attraction, accessibility, dan amenities. Rancangan attraction berupa sebuah tea center seluas 1.000 m2 dan greenhouse dome seluas 48,8 m2. Rancangan accessibility meliputi pelebaran jalan yaitu 5 m, penambahan rambu-rambu peringatan sebanyak lima unit, penerangan untuk jalan sebanyak 70 unit, penyelenggaraan angkutan untuk menuju objek wisata, serta penambahan drainase sebanyak 2.000 unit yang akan dipasang pada kedua sisi jalan. Rancangan amenities termasuk penataan ulang area kuliner seluas 100 m2, pengecatan ulang Mess Kabayan, penyesuaian area parkir seluas 737,5 m2, pengembangan toilet di dua titik dengan luas 223,4 m2, dan tempat ibadah seluas 194 m2. Estimasi biaya untuk proyek ini yaitu sebesar Rp8.173.436.019. Hasil proyek digambarkan melalui ilustrasi 3D untuk tiap indikator dari komponen pariwisata yang dibahas.
Ringkasan Alternatif
PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebun Goalpara owns a land with ownership of land use rights (HGU) covering an area of 2.5 hectares and will be developed into an agro-tourism area. This is in accordance with the 2012-2032 Sukabumi Regency Spatial Plan and the results of interviews with the Head of the General Division. Based upon the outcome of the evaluation, attraction that is available only natural attraction also accessibility and amenities do not fit the asset standards for tourism. This project aims to produce a plan to develop assets include attraction, accessibility, and amenities as well as to find out the estimated costs. The theoretical basis used is asset requirement planning, asset development based on the tourism components and agro-tourism, also cost estimation using methods of calculation. The normative basis used is the compliance standard for tourist assets based upon the Regulation of the Minister of Tourism of the Republic Indonesia Number 5 of 2019. This project is carried out by collecting qualitative also quantitative data and the types are prime and secondary data sources. The data collection techniques used are scientific observation, interviews, also studies by documentation. The data is analyzed by using descriptive analysis method. This project produces a design based on the tourism component, namely attraction, accessibility, and amenities. The design for attraction is a tea center covering an area of 1,000 m2 and a greenhouse dome covering an area of 48.8 m2. The design for accessibility includes road widening by 5 m, adding five warning signs, 70 units of road lighting, organizing transportation to get to tourist objects, and adding 2,000 drainage units to be installed on both sides of the road. The design of the amenities includes rearranging the culinary area of 100 m2, repainting the Mess Kabayan, adjusting the parking area of 737.5 m2, developing toilets in two points with an area of 223.4 m2, and a musalla of 194 m2. The estimated cost for this project is IDR 8,173,436,019. The project results are illustrated through visualization of 3D for each indicator of the tourism component that is being discussed.