Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Pengembangan Aset Hutan Kota Berdasarkan Sustainable Green Space Criteria di Babakan Siliwangi Kota Bandung
Arifha Nurhaliza Hinanti (2021) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Hutan Kota Babakan Siliwangi merupakan hutan kota yang menjadi fokus pengembangan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2011 – 2031 dengan luas area sebesar 3,1 hektar. Pada penelitian sebelumnya mengenai evaluasi aset hutan kota berdasarkan kriteria kesesuaian ruang hijau diketahui bahwa Hutan Kota Babakan Siliwangi belum memenuhi kriteria accessibility, physical dan socio-economic (Hinanti, 2020). Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis kebutuhan ruang hijau, maka perlu dilakukan perencanaan pengembangan aset Hutan Kota Babakan Siliwangi yang berkelanjutan. Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan rencana pengembangan dan prakiraan biaya perencanaan pengembangan aset Hutan Kota Babakan Siliwangi yang berkelanjutan. Perencanaan pengembangan mengacu pada Sustainable Green Space Criteria yang mencakup accessibility, physical, socio-economic dan environmental (Pokhrel, 2019; Banani et al., 2016). Data pada proyek bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data di analisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Rencana pengembangan pada kriteria accessibility yaitu pembangunan entrance gate di Jalan Siliwangi dan Jalan Tamansari serta pembangunan walking/cycling paths seluas 775 m2. Rencana pengembangan pada kriteria physical meliputi penyediaan 39 set rak sepeda bertingkat ganda, 81 unit lighting facilities dengan teknologi photovoltaic, 40 unit tempat sampah, 31 unit regular seats, 13 set picnic table, 42 unit signage, 5 unit drinking fountain serta pembangunan toilet dengan total luas 42,47 m2. Rencana pengembangan pada kriteria socio-economic yaitu pembangunan children’s playground seluas 525 m2 dilengkapi dengan peralatan bermain seperti slide, swings, climbers, balance beam, merry-go-rounds, play panel dan see-saws serta pengembangan 9 gerai pada commercial area dengan total luas 266 m2. Rencana pengembangan pada kriteria environmental yaitu menerapkan teknologi photovoltaic pada bangunan sanggar olah seni dan commercial area, menerapkan rainwater harvesting system pada bangunan toilet di samping sanggar olah seni serta membangun rumah kompos seluas 80 m2. Prakiraan biaya perencanaan pengembangan aset Hutan Kota Babakan Siliwangi yang berkelanjutan adalah sebesar Rp4.274.366.229,89,-.
Ringkasan Alternatif
by the Bandung City Spatial Plan for 2011 - 2031 with an area of 3,1 hectares. In previous studies about the evaluation of urban forest-based on green space suitability criteria, it is known that Babakan Siliwangi Urban Forests have not met the accessibility, physical and socio-economic criteria (Hinanti, 2020). Based on the results of the evaluation and need analysis of green space, it is necessary to plan the development of sustainable Babakan Siliwangi Urban Forest. The project aims to produce a development plan and estimated cost of developing the sustainable Babakan Siliwangi Urban Forest. Development planning refers to the Sustainable Green Space Criteria which includes accessibility, physical, socio-economic, and environmental (Pokhrel, 2019; Banani et al., 2016). Data on this project sourced from primary data and secondary data. Data collection techniques used include observation, interviews, and documentation studies. Data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative descriptive analysis techniques.The development plan on accessibility criteria is the construction of the entrance gate on Jalan Siliwangi and Jalan Tamansari, and the construction of the walking and cycling paths covering an area of 775 m2. The development plan on physical criteria includes the provision of 39 sets of double-deck bicycle racks, 81 units of lighting facilities with photovoltaic technology, 40 units of trash cans, 31 units of regular seats, 13 sets of picnic tables, 42 units of signage, 5 units of drinking fountains and the construction of toilets in a total area of 42.47 m2. The development plan on socio-economic criteria is the construction of children's playground covering an area of 525 m2 equipped with play equipment such as slides, swings, climbers, balance beams, merry-go-rounds, play panels, and see-saws as well as the development of 9 outlets in 266 m2 commercial areas. The development plan on environmental criteria is to apply photovoltaic technology in Sanggar Olah Seni and commercial areas, apply rainwater harvesting systems in toilet buildings next to Sanggar Olah Seni and build compost house with total area 80 m2. The estimated cost of developing a sustainable Babakan Siliwangi Urban Forest is Rp4.274.366.229,89,-.
Sumber