Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Pengembangan Aset Wana Wisata Blanakan Berdasarkan Model Rekreasi Hutan Berkelanjutan di Kabupaten Subang
Linda Indirawati (2021) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Wana Wisata Blanakan merupakan rekreasi hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani, yang berlokasi di Kabupaten Subang dengan total luas area sebesar 15 Ha. Pada penelitian sebelumnya mengenai evaluasi aset Wana Wisata Blanakan berdasarkan kriteria wisata alam menurut Marzuki et al. (2011), diketahui bahwa Wana Wisata Blanakan belum memenuhi kriteria aksesibilitas, fitur fisik dan fasilitas infrastruktur (Indirawati, 2020). Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan pengembangan wana wisata berkelanjutan untuk mendukung program Kementerian Pariwisata yang menargetkan semua destinasi wisata di Indonesia dapat tersertifikasi pariwisata berkelanjutan. Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan perencanaan pengembangan aset Wana Wisata Blanakan yang berkelanjutan dan prakiraan biaya yang dibutuhkan. Perencanaan pengembangan aset mengacu pada model rekreasi hutan berkelanjutan yang terdiri dari accessibility, complementary services, tourist attraction, dan amenities (Lee et al., 2010). Teknik pengumpulan data berupa observasi ilmiah, wawancara dan studi dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Perencanaan pengembangan aset pada kriteria accessibility yaitu pembongkaran dan pembangunan pintu masuk, perbaikan area parkir dan jalur pejalan kaki. Perencanaan pengembangan aset pada kriteria complementary services yaitu pembongkaran toilet, pembangunan pusat informasi, fasilitas keamanan dan toilet, serta penambahan papan informasi, lampu/penerangan, dan fasilitas kesehatan. Perencanaan pengembangan aset pada kriteria tourist attraction yaitu pembangunan boardwalk dan menara pandang, serta perbaikan pagar pembatas kolam penangkaran buaya. Perencanaan pengembangan aset pada kriteria amenities yaitu pembangunan kios cinderamata dan gazebo, perbaikan tempat ibadah, serta penambahan fasilitas bermain anak dan meja piknik. Total estimasi biaya pengembangan aset Wana Wisata Blanakan berdasarkan model rekreasi hutan berkelanjutan adalah sebesar Rp 7.144.486.924,22. Kata kunci: pengembangan aset, hutan rekreasi berkelanjutan.
Ringkasan Alternatif
Wana Wisata Blanakan is a forest recreation managed by Perum Perhutani, located in Subang Regency with a total area of 15 hectares. In previous research regarding the evaluation of the Blanakan Tourism Wana assets based on natural tourism criteria according to Marzuki et al. (2011), it is known that Wana Wisata Blanakan has not met the criteria for accessibility, physical features and infrastructure facilities (Indirawati, 2020). Therefore, it is necessary to plan for sustainable tourism development to support the Ministry of Tourism's program which targets all tourist destinations in Indonesia to be certified as sustainable tourism. This project aims to produce a sustainable Wana Wisata Blanakan asset development plan and an estimate of the costs required. Asset development planning refers to a sustainable forest recreation model consisting of accessibility, complementary services, tourist attractions, and amenities (Lee et al., 2010). Data collection techniques in the form of scientific observation, interviews and documentation studies were analyzed using descriptive analysis techniques with qualitative and quantitative approaches. Asset development planning is based on accessibility criteria, namely demolition and construction of entrances, repair of parking areas and pedestrian paths. Asset development planning on complementary services criteria, namely dismantling toilets, building information centers, security facilities and toilets, as well as adding information boards, lights / lighting, and health facilities. Asset development planning is based on tourist attraction criteria, namely the construction of a boardwalk and viewing tower, as well as repair of the crocodile breeding pool guardrail. Asset development planning is based on the amenities criteria, namely the construction of a souvenir shop and a gazebo, repairing places of worship, and the addition of children's play facilities and picnic tables. The total estimated cost of developing Wana Wisata Blanakan assets based on the sustainable forest recreation model is IDR 7.144.486.924,22. Keywords: asset development, sustainable recreational forest.