Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Pengembangan Sistem Informasi Geografis Aset Tanah Pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bandung Barat
Nisa Fauziah Ulfah (2018) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Salah satu sistem informasi yang digunakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bandung Barat adalah sistem informasi geografis aset tanah. Saat ini, kondisi sistem informasi geografis tersebut memiliki kekurangan pada kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan, kualitas pengguna, dan net benefit. Selain kekurangan tersebut, sistem juga belum terintegrasi dengan ATISISBADA, yaitu sistem yang menyediakan data mengenai pengelolaan aset, sehingga sistem informasi geografis perlu dilakukan pengembangan sistem yang terintegrasi. Tujuan pembuatan proyek ini adalah merancang sistem informasi geografis yang terintegrasi melalui pemodelan proses, pemodelan data, dan desain antarmuka pada sistem informasi geografis aset tanah milik BPKD Kabupaten Bandung Barat. Teori yang digunakan pada proyek ini adalah gabungan teori pengembangan sistem yaitu waterfall model menurut Bassil (2012) dengan tahapan analisis, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan, juga perancangan sistem menurut Fatta (2007) yakni pemodelan proses, pemodelan data, dan desain antarmuka. Jenis data pada proyek ini yaitu data primer dengan teknik wawancara dan observasi untuk teknik pengumpulan data. Alat yang digunakan pada pemodelan proses yakni diagram konteks, data flow diagram (DFD) level 1, serta DFD level 2 yang terdiri dari dua belas proses. Pemodelan data pada sistem digambarkan oleh entity relationship diagram (ERD). Desain antarmuka pada sistem menggambarkan tampilan sistem informasi geografis yang dikembangkan. Kata kunci: Sistem informasi, sistem informasi geografis, aset tanah, pemodelan proses, pemodelan data, desain antarmuka.
Ringkasan Alternatif
One of the information systems used by Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bandung Barat is the geographic information system of land assets. Currently, the condition of geographic information system has deficiencies in system quality, information quality, service quality, usage, user quality, and net benefits. Moreover, it also has not been integrated with ATISISBADA, a system that provides data on asset management, so that geographic information systems need to be done of integrated system development. The purpose of making this project is an integrated information system with modeling process, data modeling, and interface design on geographic information system of land asset owned by BPKD Kabupaten Bandung Barat. The theory used in this research is a combination of system development theory which is waterfall model according to Bassil (2012) with several stages of analysis, design, implementation, testing, maintenance, and system design according to Fatta (2007) that are modeling process, data modeling, and interface design. The type of data used is primary data by interview and observation techniques. This research consists of context diagrams, data flow diagrams (DFD) level 1, and DFD level 2 included twelve processes. Data modeling on the system is illustrated through entity relationship diagram (ERD). Interface design on the system describes the view of geographic information systems developed. Keywords: Information systems, geographic information systems, land asset, process modeling, data modeling, interface design.
Sumber
Judul Serupa
- Pengaruh Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Dan Aksesibilitas Laporan Keuangan Daerah Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (Survey Pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (Bpkd) Kabupaten Bandung Barat)