Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Revitalisasi Waduk Saguling Akibat Sedimentasi untuk Menjaga Stabilitas Kinerja Pembangkitan
Restu Awalia Sukwana (2018) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Waduk Saguling memiliki fungsi yang vital bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling yakni sebagai tempat penampungan air untuk bahan baku pembuatan listrik, namun saat ini mengalami penebalan sedimentasi setiap tahunnya sehingga mengakibatkan daya tampung efektif air menjadi berkurang. Karena daya tampung air Waduk Saguling yang menurun, maka listrik yang dihasilkanpun ikut menurun. Waduk Saguling sudah beroperasi sejak tahun 1986 dan memiliki umur layanan selama 50 tahun. Namun, dengan kondisinya saat ini memungkinkan umur layanan Waduk Saguling untuk berkurang dan tidak sesuai umur layanan rencana. Untuk mempertahankan dan menambah umur layanan Waduk Saguling, maka diperlukan penanggulangan masalah sedimentasi. Cara yang dapat dilakukan adalah merevitalisasi waduk dengan reboisasi pada bantaran waduk, sedimentation trap dan pengerukan sedimen. Landasan teori yang digunakan untuk mengkaji proyek ini adalah revitalisasi waduk dan rencana anggaran biaya. Data untuk proyek tugas akhir ini dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan studi literatur. Proyek ini dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan tahapan yang paling optimal terhadap kemungkinan pemecahan masalah yang terjadi. Dari kajian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa tahapan yang dapat diimplementasikan untuk merevitalisasi Waduk Saguling adalah dengan mereboisasi dan membangun sedimentation trap pada tahun 2019 serta melakukan pengerukan waduk secara langsung secara berkala selama 5 tahun mulai dari 2020-2024. Dengan dilakukannya tahapan tersebut, maka laju sedimentasi akan berkurang sehingga daya tampung air waduk bertambah. Dengan banyaknya air, maka hasil produksi dan penjualan meningkat, sehingga berdampak pada pendapatan yang ikut bertambah. Kata Kunci: Waduk, listrik, penanggulangan sedimentasi, revitalisasi.
Ringkasan Alternatif
Saguling Reservoir has a vital function for Saguling Hydro Power Plant (PLTA) as water reservoir for raw materials for electricity generation, but now Saguling Reservoir has sedimentation that continues to thicken every year, and causing the effective water capacity reduced. Meanwhile, to produce the electricity PLTA Saguling requires sufficient water supply. Because the water capacity of Saguling Reservoir is decreasing, the electricity generated also decreases. Saguling reservoir has been in operation since 1986 and has a service life of 50 years. However, its current condition allows the service life of the Saguling Reservoir to decrease and does not match the service plan age. To maintain and increase the service life of Saguling Reservoir, it is necessary to overcome the problem of sedimentation that occurred. Some alternative that can be done are, reforestation on critical land around reservoirs, sediment traps and sediment dredging. The theory used to this project study are reservoir revitalization and the budget plan. Data for this final project were collected by interview, observation and literature study. The purpose of this project is to obtaining the most optimal stages of possible troubleshooting. From the study that has been done, it is found that the stage that can be implemented to revitalize Saguling Reservoir are reforestation and build sedimentation trap in 2019 and direct dredging of reservoir regularly for 5 years in 2020-2024. By doing this step, the sedimentation rate will decrease so that the water reservoir capacity increases. With the abundance of water, the production and sales increase, resulting in an increase in income. Keywords: reservoir, electricity, sedimentation, revitalization.
Sumber