Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN SIPATNANAM PROVINSI PAPUA BARAT
Aris Rismayana Hadi (2015) | Skripsi | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Dewasa ini banyak jenis jembatan jalan raya yang diterapkan di Indonesia, terutama jika ditinjau dari segi struktur atas jembatan yang semakin beragam bentuk dan jenis materialnya. Kali ini penyusun mencoba merencanakan sebuah jembatan dengan sistem struktur atas rangka baja yang mana dalam tugas akhir ini direncanakan struktur atas jembatan Sipatnanam di Provinsi Papua Barat dengan rencana bentang adalah 40 m. Proses analisa meliputi perhitungan beban, perencanaan profil baja, pemodelan struktur menggunakan program SAP 2000, perhitungan kebutuhan sambungan, rencana anggaran biaya hingga metode pelaksanaan. Berdasarkan hasil hitungan yang mengacu pada RSNI T-03-2005 tentang Perencanaan Jembatan Rangka yang diadopsi dari aturan Bridge Management System (BMS) & metode Load Resistance Factor Design (LRFD) dan RSNI T-02-2005 tentang peraturan pembebanan jembatan. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa struktur rangka baja direncanakan menggunakan profil IWF dengan klasifikasi untuk gelagar melintang dan memanjang adalah 800.450.16.38 dan 400.300.12.16 serta untuk gelagar induk menggunakan profil 400.400.16.25, 400.400.16.28 dan 400.400.16.32, kemudian untuk gapit angin digunakan profil 175.175.7,5.1. Selain itu, untuk struktur sambungan direncanakan menggunakan baut diameter 20, 25.4, dan 38,1 mm dengan jumlah berbeda-beda untuk setiap batangnya dengan rentang jumlah baut antara 6-14 buah, tebal pelat lantai berupa beton dengan tebal 24 cm, dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh owner kira-kira sebesar Rp.3.569.117.453 dan metode pelaksanaan menggunakan metode kantilever. Kata kunci : Jembatan Jalan Raya, Struktur Atas, Profil IWF, SAP 2000, Metode Kantilever
Ringkasan Alternatif
Nowadays many types of highway bridges are applied in Indonesia , especially in terms of the upper structure of the bridge is more diverse forms and types of material. This time the author tries to design a steel bridge with the steel frame which is located at Sipatnanam at West Papua Province over the landscape plan is 40 m . Process analysis include load calculations, steel element design, modeling the structure using SAP 2000 program, the calculation of steel connection needs , budget plans to the method of implementation. Based on the results of a calculation that refers to RSNI T - 03-2005 of Bridge Planning Framework which was adopted from the Bridge Management System (BMS) and method of Load Resistance Factor Design (LRFD) and RSNI T - 02-2005 on bridge loading code. The results showed IWF 800.450.16.38 and 400.300.12.16 is used for transversal and longitudinal girder, 400.400.16.25, 400.400.16.28, 400.400.16.32 for main girder, and 175.175.7,5.11 for braching. In addition, steel connection to the structure using 20, 25.4, and 38.1 mm diameter bolts with different number for each element with bolts amount ranges between 6-14 pieces, thick concrete slab with a thickness of 24 cm . With costs to be implemented by the owner is about Rp.3.569.117.453 using the cantilever method for the implementation. Keywords : Highway bridge, Upper Structure, IWF Profile, SAP 2000, Cantilever method.