Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanaan Ulang Radius Tikungan Pada Simpang Jalan Polban - Jalan Terusan Sari Asih Untuk Mengakomodasi Bus
Vera Rahma Fadilla (2020) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Simpang Jalan Polban - Jalan Terusan Sari Asih merupakan akses jalan yang memiliki tikungan tajam sehingga sering terjadi kemacetan dan kesulitan bagi pengemudi untuk bermanuver saat melewati tikungan tersebut terutama bagi pengemudi bus yang hendak melaju ke arah kampus POLBAN maupun yang hendak melaju ke arah Jalan Sarijadi. Pemeriksaan kondisi geometrik pada simpang Jalan Polban âÃâ¬Ãâ Jalan Terusan Sari Asih mengacu kepada pedoman Pd T-18-2004- B (Penentuan Klasifikasi Jalan di Kawasan Perkotaan) dan RSNI T-14-2004 (Geometrik Jalan Perkotaan) untuk memeriksa klasifikasi fungsi jalan dan dimensi kendaraan maksimum yang memenuhi persyaratan. Selanjutnya untuk mendapatkan jari-jari manuver kendaraan rencana (city transit bus) digunakan Bina Marga 1997 sebagai pedoman. Untuk mendapatkan perhitungan radius tikungan yang baru menggunakan pedoman Bina Marga 1992 tentang Standar Perencanaan Geometrik untuk Jalan Perkotaan dan Panduan Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan dari Departemen Perhubungan sebagai pedoman penempatan marka dan rambu jalan. Hasil dari pemeriksaan kondisi geometrik persimpangan menunjukkan bahwa pada simpang Jalan Polban âÃâ¬Ãâ Jalan Terusan Sari Asih memiliki radius dan pola pergerakan bus yang tidak sesuai pada Bina Marga 1997. Maka dari itu perlu dibutuhkan perencanaan ulang yang sesuai dengan pedoman yang digunakan.
Ringkasan Alternatif
Road - Sari Asih intersection is a road access that has sharp bends so there is often congestion and difficulty for drivers to maneuver when passing the bend, especially for bus drivers who want to drive towards Polban campus and who want to go towards Sarijadi Street. Geometric condition inspection at Polban Road Sari Asih Road intersection refers to Pd T-18-2004-B (Determination of Road Classificationin Urban Areas) and RSNI T-14-2004 (Geometrik Urban Roads) guidelines to check the classification of road functions and maximum vehicle dimensions that meet the requirements. Furthermore to get the maneuvering fingers of the vehicle plan (city transit bus) used Bina Marga 1997 as a guideline. To get the calculation of the new bend radius used Bina Marga guidelines 1992 on Geometric Planning Standards for Urban Roads and Road Equipment Facility Placement Guidelines from the Department of Transportation as guidelines for the placement of markings and road signs. The results of the examination of the geometric condition of the intersection show that at the intersection of Polban âÃâ¬Ãâ Terusan Sari Asih Road has a radius and pattern of movement of buses that do not match in Bina Marga 1997. Therefore it is necessary to re-plan in accordance with the guidelines used.