Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perencanan Revitalisasi Fasilitas untuk Peningkatan Optimasi Wana Wisata Batu Kuda Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten
Sonia Elisafitri (2018) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Perum Perhutani merupakan salah satu perusahaan milik negara yang memiliki wewenang menyelenggarakan perencanaan, pengurusan, pengusahaan dan perlindungan hutan. Salah satu hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani merupakan objek pada proyek yaitu wana wisata Batu Kuda. Kawasan wana wisata Batu Kuda masih berpotensi untuk pemanfaatan laha pada area bermain yaitu akan dimanfaatkan sebagai outbound, dan berdasarkan hasil pengukuran kinerja wana wisata Batu Kuda dengan hasil prosentase pengukuran kinerja wana wisata Batu Kuda mencapai 37,5 % dengan uraian kinerja fisik baik dan 62,5% dengan uraian kinerja fisik tidak baik sehingga perlu memenuhi kondisi fisik sesuai dengan standar dan mengacu pada komponen pariwisata 4A yaitu atraksi wisata, aksesibilitas, ameniti, ansilari, dengan cara melakukan revitalisasi untuk peningkatan optimasi hutan. Proyek ini bertujuan untuk merencanakan revitalisasi atraksi wisata, revitalisasi fasilitas, dan anggaran biaya untuk revitalisasi. Teori yang digunakan dalam proyek ini adalah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 18 Tahun 2010 tentang pedoman revitalaisasi, tahapan revitalisasi menurut James (2010), dan komponen aset kepariwisataan menurut Sugiama (2013). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dengan wawancara, observasi ilmiah, dan studi dokumentasi dan data yang di kumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Proyek ini menghasilkan perencanaan revitalisasi pada atraksi wisata yang terdiri dari outbound Birma Croser, Hell Barie, pipa bocor, dan Spider Web atraksi camping ground dan situs budaya berupa lampu penerangan, toilet, dan tempat sampah. Selain itu proyek ini menghasilkan perencanaan revitalisasi pada fasilitas yaitu aksesibilitas dan ameniti. Proyek ini juga menghitung estimasi biaya yang diperlukan untuk revitalisasi sebesar Rp. 473.303.250 dengan penambahan biaya jasa proyek 10 % dari jumlah biaya proyek adalah Rp. 47.330.325. Jumlah keseluruhan biaya yang dibutuhkan dalam proyek ini adalah Rp. 520.633.575. Kata Kunci: Revitalisasi, Optimasi.
Ringkasan Alternatif
Perum Perhutani is one of the state-owned companies that has the authority to organize the planning, management, exploitation and protection of forests. One of the forests managed by Perum Perhutani is the object of the project, namely Batu Kuda tourism destination. The area of Batu Kuda tourism area still has the potential to use land in play areas, which will be used as outbound, and based on the results of Batu Kuda tourism performance measurement with the percentage of Batu Kuda tourism performance measurement reached 37.5% with a good physical performance description and 62, 5% with a description of physical performance that is not good so that it needs to meet the physical conditions in accordance with the standards and refers to the tourism component 4A namely tourist attractions, accessibility, ameniti, ansilari, by way of revitalizing to improve forest optimization. The project aims to plan revitalization of tourist attractions, revitalization of facilities, and budget for revitalization. The theory used in this project is Minister of Public Works Regulation No. 18 of 2010 concerning guidelines for revitalization, stages of revitalization according to James (2010), and components of tourism assets according to Sugiama (2013). Data collection techniques are carried out with interviews, scientific observations, and documentation studies and the data collected is primary data and secondary data. This project resulted in revitalization planning on tourist attractions which consisted of outbound Burma Croser, Hell Barie, leaky pipes, and Spider Web camping ground attractions and cultural sites in the form of lighting, toilets and trash bins. In addition this project resulted in revitalization planning on facilities, namely accessibility and facilities. The project also calculates the estimated costs needed for revitalization of Rp. 473,303,250 with additional project service costs 10% of the total project cost is Rp. 47,330,325. The total amount required in this project is Rp. 520,633,575. Keywords: Revitalization, Optimization.