Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Perhitungan Kapasitas Drainase di Kelurahan Leuwigajah Kota Cimahi
Hendri Aprian Setiadarma (2017) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Banjir di Kota Cimahi ini sering terjadi di beberapa titik, salah satu titik banjir berada di kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan tepatnya di RW 11 dan 18. Banjir tersebut diakibatkan oleh padatnya penduduk dan saluran drainase yang sudah tidak dapat menampung air yang mengalir lagi. Perhitungan curah hujan rancangan menggunakan metode distribusi normal dimana pos curah hujan yang digunakan adalah pos curah hujan Meteo – Lembang dan Dago Pakar. Sistem drainase diperhitungkan secara tercampur antara air hujan dan air limbah, untuk perhitungan debit banjir air hujan menggunakan metode rasional karena debit banjir yang digunakan adalah debit puncak (maksimum) dan perhitungan debit air limbah menggunakan rumus geometrik kepadatan penduduk. Penampang eksisting pada jenis saluran sekunder dievaluasi menggunakan metode manual dan software HEC-RAS dan perencanaan pada jenis saluran sekunder dan tersier menggunakan metode manual. Dari hasil analisis penampang eksisiting pada jenis saluran sekunder untuk periode ulang 2, 5, dan 10 tahun menggunakan metode manual dan software HEC-RAS terjadi banjir dengan ketinggian banjir maksimum pada periode ulang 2 tahun sebesar 0.85 m untuk analisis software HEC-RAS dan sebesar 2.03 m untuk perhitungan manual. Perhitungan ketinggian banjir pada metode manual lebih besar dari pada software HEC-RAS, oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan penampang baru menggunakan metode manual. Perencaaan ulang dilakukan pada jenis saluran sekunder dan tersier dalam bentuk persegi dengan bahan beton precast, bentuk penampang terkecil untuk periode ulang 2 tahun pada perencanaan baru tersebut didapatkan lebar (b) sebesar 0.80 m dan tinggi (H) sebesar 1.00 m dan ukuran terbesar saluran tersebut didapatkan lebar (b) sebesar 2.00 m dan tinggi (H) 2.46 m. Hasil perencanaan dapat dijadikan sebagain rujukan tindak lanjut perencanaan drainase di Leuwigajah. Selain perencanaan ulang, saran yang dapat dilakukan berupa pembuatan biopori, pembuatan kolam retensi, dan pembuatan sumur resapan. Kata Kunci: Drainase, Banjir, Debit Banjir, Debit Saluran, Software HEC-RAS.
Ringkasan Alternatif
Flood oftenly occur in Cimahi city. It happens at some flooding points, one of them are located in RW 11 and 18, Leuwigajah Village, South Cimahi District. The flood is caused by high population density and drainage channel that unable to accommodate the water flow. Normal distribution method is applied in order to count the rainfall measurement design which located in Meteo - Lembang and Dago Pakar rainfall station. Drainage system is measured randomly between rainwater and wastewater, for the calculation of the flood flow rate of rainwater using rational method because the flood discharge applied is the peak discharge (maximum) and the calculation of waste water discharge using the geometric formula of population density. Existing sections of secondary cannal are evaluated using manual and HEC-RAS methods and planning of secondary and tertiary channel types using manual methods. As the result of the exisiting cross-sectional analysis on the secondary channel types for the 2, 5 and 10-year repeat periods using the manual method and the HEC-RAS software, flood still occurs in 2 year return period with maximum height 0.85 m for HEC-RAS software analysis and 2.03 M for manual calculation. The calculation of flood height in manual method is bigger than HEC-RAS software, therefore it is necessary to do a new section planning using manual method. Rearrangement is done on the type of secondary and tertiary channels in the form of squares with precast concrete material, the smallest cross-sectional shape for the 2-year period in the new plan is obtained width (b) of 0.80 m and height (H) of 1.00 m and the largest size of the channel obtained width (b) of 2.00 m and height (H) 2.46 m. The results of such planning can be used as a reference for follow-up drainage planning in Leuwigajah. In addition to re-planning authors suggests to make a biopori, a retention pond, and a well. Keywords: Drainage, Flood, Flood Debit, Channel Debit, HEC-RAS Software.
Sumber