Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PERILAKU SOCIAL LOAFING PADA REMAJA PANDALUNGAN
Yunita Setiyo Tri Wulandari (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Merujuk dari fenomena yang dilihat oleh peneliti terkait munculnya perilaku pengurangan upaya atau social loafing saat berada dalam kelompok yang dilakukan remaja Pandhalungan, membuat penelti ingin meneliti perilaku social loafing remaja Pandhalungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecenderungan perilaku Social Loafing yang dilakukan oleh remaja Pandalungan terkait dengan tingkat prosentase munculnya perilaku Social Loafing remaja Pandhalungan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif untuk menggambarkan perilaku social loafing remaja Pandhalungan. Subjek penelitian adalah mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jember yang memiliki latar budaya Pandhalungan dengan usia berkisar dari 18 tahun sampai dengan 22 tahun. Sampel yang digunakan sebanyak 332 subjek berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang ditentukan dengan menggunakan tekhnik Simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan skala perilaku social loafing yang disebarkan secara accidental kepada seluruh subjek.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukan bahwa remaja Pandhalungan berada pada kategori sedang dengan tingkat prosentase 72.89% atau sebanyak 242 remaja Pandhalungan melakukan social loafing. Katergori sedang dapat diartikan bahwa remaja Pandhalungan memiliki indikasi untuk melakukan social loafing ketika didalam kelompok, namun perilkau ini tidak terjadi di setiap kelompok belajar. Aspek-aspek yang melatarbelakangi perilaku social loafing antara lain menurunnya motivasi remaja Pandhalungan untuk terlibat dalam kegiatan kelompok, adanya sikap pasif ketika berada dalam kelompok, munculnya pelebaran tanggung jawab, perilaku mendompleng pada usaha anggota lain serta munculnya penurunan kesadaran akan evaluasi dari orang lain yang juga berada dikategori sedang. Faktor budaya Kolektivisme dan karakter paternalistik yang dimelekat di diri remaja Pandhalungan juga berperan dalam pembentukan perilaku social loafing.
Ringkasan Alternatif
A reference from the fenomena has been seen by researcher about the habitual of social loafing when the group was doing a Pandhalungan of adolescent, itÃâs make a researcher want to research the behavior of social loafing by Pandhalungan adolescent. This research is making to know about the behavior of social loafing by a Pandhalungan adolescent was concerned prosentase by the behavior of social loafing them.
An kuantitatif method is used to make the discussion of the social loafing. The subject of research is studentÃâs Universitas Muhammadiyah of Jember had a surface culture were able to revolve from 18 until 22 years old. A sample is used 332 subjek from the Faculty of Education and Knowledge that used to make tekhnikÃâs simple random sampling.however, this research is used to behavior social loafing scale that spread by accidental to all of subject.
A building on this research, to show a Pandhalungan adolescent by prosentase 72.89% or 242 adolescent bring about social loafing. A Pandhalungan adolescentÃâs categori has indication for doing social loafing it, but this behaviour doesnÃât in ever studyÃâs group. The aspectÃâs background of social loafing they are the motivation a Pandhalungan adolescent to was it down, the pasif attitude were in the group, make the responsible, it double up efortÃâs group to make up down awareness been evaluation to another while category. The factor cultureÃâs Kolektivisme and paternalistic character adhere to Pandhalungan adolescent self to make the behavior of social loafing.