Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PROMOSI ES CENDOL ELIZABETH.
DIAN MULYA SARI (2006) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Saat ini banyak bermunculan pedagang-pedagang yang menjajakan es cendol. Pedagang-pedagang itu biasa ditemui disekitar pusat-pusat perdagangan diantaranya BIP, mal Pajajaran, dan Alun-alun kota Bandung. Mereka biasanya menggunakan gerobak-gerobak yang dapat dibawa berkeliling.
Namun jika diperhatikan, para pedagang itu menuliskan nama Elizabeth dan logo di gerobaknya. Hal itu dikarenakan Es Cendol Elizabeth telah memiliki nama yang cukup tersohor di kota Bandung. Namun pada kenyataannya banyak konsumen yang mengganggap bahwa es cendol yang dijual digerobak-gerobak tersebut adalah Es Cendol Elizabeth yang asli.
Produk yang telah memiliki nama biasanya akan berlomba-lomba menjaring konsumennya dengan menawarkan menu makanan yang istimewa dan sekaligus suasana tempat yang memiliki ciri khas masing-masing. Karena seiring berjalannya waktu, persaingan menjadi semakin ketat sehingga sulit menghadapi persaingan terutama oleh makin banyaknya minuman-minuman lain yang dikemas dan dipromosikan secara modern.
Hal tersebut berlaku juga bagi Es Cendol Elizabeth, dalam persaingan penjualan minuman. Dimana Es Cendol Elizabeth sebagai pelopor dari dijualnya minuman tradisional cendol di Bandung, yang bersaing dengan produk-produk lain dan dengan pedagang-pedagang lain yang menggunakan namanya.
Ringkasan Alternatif
Saat ini banyak bermunculan pedagang-pedagang yang menjajakan es cendol. Pedagang-pedagang itu biasa ditemui disekitar pusat-pusat perdagangan diantaranya BIP, mal Pajajaran, dan Alun-alun kota Bandung. Mereka biasanya menggunakan gerobak-gerobak yang dapat dibawa berkeliling.
Namun jika diperhatikan, para pedagang itu menuliskan nama Elizabeth dan logo di gerobaknya. Hal itu dikarenakan Es Cendol Elizabeth telah memiliki nama yang cukup tersohor di kota Bandung. Namun pada kenyataannya banyak konsumen yang mengganggap bahwa es cendol yang dijual digerobak-gerobak tersebut adalah Es Cendol Elizabeth yang asli.
Produk yang telah memiliki nama biasanya akan berlomba-lomba menjaring konsumennya dengan menawarkan menu makanan yang istimewa dan sekaligus suasana tempat yang memiliki ciri khas masing-masing. Karena seiring berjalannya waktu, persaingan menjadi semakin ketat sehingga sulit menghadapi persaingan terutama oleh makin banyaknya minuman-minuman lain yang dikemas dan dipromosikan secara modern.
Hal tersebut berlaku juga bagi Es Cendol Elizabeth, dalam persaingan penjualan minuman. Dimana Es Cendol Elizabeth sebagai pelopor dari dijualnya minuman tradisional cendol di Bandung, yang bersaing dengan produk-produk lain dan dengan pedagang-pedagang lain yang menggunakan namanya.