Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
PROMOSI WISATA AGRO STRAWBERRY, REGAR CIWIDEY BANDUNG
ROBY APRIAN TAUFIK (2006) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual , Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Pada daerah Ciwidey Bandung selatan terdapat lahan yang kurang lebih lima belas hektar digunakan untuk budi daya strawberry, dan dari tahun ke tahun petani strawberry di daerah itu tumbuh semakin meningkat. Agrobisnis di bidang pengembangan berkebun strawberry menjadikan peluang usaha yang menjanjikan karena selain usaha berkebun terdapat pilihan paket wisata yang ditawarkan oleh beberapa perusahaan, misalnya yaitu memetik strawberry langsung. Kegiatan yang dapat dilihat dari agro wisata strawberry ini dalam tahap awal pada sistem promosi sebelumnya adalah mulai dari wisata kebun, memetik buah strawberry sendiri, sampai menikmati produk olahan strawberry seperti sirop, jus atau dodol. Dengan pelayanan seperti itu, harga strawberry pun menjadi lebih tinggi. strawberry yang dipetik sendiri lebih mahal dibandingkan dengan yang sudah dikemas. Namun umumnya pengunjung lebih memilih memetik sendiri, selain bisa memilih langsung buah yang diinginkan, juga dapat menikmati “sensasi” petik sendiri waktu berada di dalam perkebunan. Dengan banyaknya bermunculan pengusaha wisata agro lainnya, maka memungkinkan adanya persaingan yang ketat diantara pengusaha-pengusaha tersebut sehingga tergantung bagaimana caranya agar usahanya tersebut dapat berhasil menarik pengunjung sebanyak-banyaknya. Peranan seorang desainer sangat diperlukan, terlebih dalam pembuatan desain untuk memperkenalkan ke orang banyak agar masyarakat tertarik terhadap agro wisata tersebut untuk di kunjungi. Berdasarkan hal tersebut maka promosi wisata strawberry di Regar Orchids inilah yang akan dijadikan kasus dalam tugas akhir.
Ringkasan Alternatif
Pada daerah Ciwidey Bandung selatan terdapat lahan yang kurang lebih lima belas hektar digunakan untuk budi daya strawberry, dan dari tahun ke tahun petani strawberry di daerah itu tumbuh semakin meningkat. Agrobisnis di bidang pengembangan berkebun strawberry menjadikan peluang usaha yang menjanjikan karena selain usaha berkebun terdapat pilihan paket wisata yang ditawarkan oleh beberapa perusahaan, misalnya yaitu memetik strawberry langsung. Kegiatan yang dapat dilihat dari agro wisata strawberry ini dalam tahap awal pada sistem promosi sebelumnya adalah mulai dari wisata kebun, memetik buah strawberry sendiri, sampai menikmati produk olahan strawberry seperti sirop, jus atau dodol. Dengan pelayanan seperti itu, harga strawberry pun menjadi lebih tinggi. strawberry yang dipetik sendiri lebih mahal dibandingkan dengan yang sudah dikemas. Namun umumnya pengunjung lebih memilih memetik sendiri, selain bisa memilih langsung buah yang diinginkan, juga dapat menikmati “sensasi” petik sendiri waktu berada di dalam perkebunan. Dengan banyaknya bermunculan pengusaha wisata agro lainnya, maka memungkinkan adanya persaingan yang ketat diantara pengusaha-pengusaha tersebut sehingga tergantung bagaimana caranya agar usahanya tersebut dapat berhasil menarik pengunjung sebanyak-banyaknya. Peranan seorang desainer sangat diperlukan, terlebih dalam pembuatan desain untuk memperkenalkan ke orang banyak agar masyarakat tertarik terhadap agro wisata tersebut untuk di kunjungi. Berdasarkan hal tersebut maka promosi wisata strawberry di Regar Orchids inilah yang akan dijadikan kasus dalam tugas akhir.
Sumber