Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Rasio Tingkat Kecukupan Modal, Kredit Bermasalah dan Bopo Terhadap Return On Aset (Studi Kasus pada Bank Muamalat Indonesia Periode 2008-2013)
Cicie Prilianti NIM. (2014) | Skripsi | Akuntansi , Akuntansi
Bagikan
Ringkasan
Salah satu kasus yang sering terjadi di dunia perbankan adalah kredit bermasalah (NPL). Hal tersebut sering dijadikan sebagai tolak ukur suatu kinerja perusahaan. Selain itu, tingkat kecukupan modal (CAR) dan biaya serta pendapatan operasional (BOPO) perusahaan juga sering digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Kinerja suatu bank dibutuhkan sebagai informasi penting bagi para investor. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh tingkat kecukupan modal, kredit bermasalah dan BOPO terhadap Return on Asset (ROA) pada Bank Muamalat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 19 sampel yaitu berupa laporan historis rasio-rasio keuangan serta laporan keuangan yang berupa laporan keuangan triwulan Periode Maret 2008 sampai dengan Maret 2013. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 19. Model ini adalah alat analisis statistik yang digunakan untuk menggambarkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial dan simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kredit bermasalah (NPL) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Variabel tingkat kecukupan modal (CAR) berpengaruh positif signifikan terhadap Return on Asset (ROA), sedangkan variabel BOPO berpengaruh negatif signifkan terhadap Return on Asset (ROA). Secara simultan tingkat kecukupan modal (CAR), kredit bermasalah (NPL) dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA).
Ringkasan Alternatif
Non performing loan is one cases that often occur in the banking world. It is often used to measure company performance. Capital Adequacy Ratio (CAR), Operation Efficiency (BOPO) also used to measure company performance too. Company performance is important information for investrors. This research is performed on order to test the influence of Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL) and Operation Efficiency (BOPO) to Profitability (ROA) at Bank Muamalat Indonesia. Methodology in this research is the predictive combined with quantative method. Methodology research as the sample used purposive sampling, sample was accured 19 samples in the form of historical reports of financial ratios and financial reports quarterly financial report period March 2008 to March 2013. Analysis of data using Multiple Regression analysis (multiple regression) with the help of the program IBM SPSS Statistics 19. This model is a statistical analysis tool used to describe the influence of independent variables to the variables bound together (simultaneously). This result of research show that variable NPL did not influence ROA. Variable CAR positive significant influence significant toward ROA. Variable BOPO negative significant influence toward ROA. Simultaneously Capital Adequacy Ratio (CAR) , Non Performing Loan (NPL) and Operation Efficiency (BOPO) variables has a significant influence to Return on Asset (ROA).