Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Realisasi Sistem Jaringan Sensor Nirkabel dengan Jaringan Internet untuk Pengiriman Data Alat Pemantau Kadar Gas CO2 dan Peringatan Dini Berbasis Alarm
Bukhari (2021) | Tugas Akhir | Teknik Elektro
Bagikan
Ringkasan
Dalam kehidupan manusia tidak lepas dari adanya gas karbondioksida. Gas CO2 adalah asfiksia, yaitu pada konsentrasi tinggi dapat menggantikan oksigen di udara, menyebabkan pernapasan dan perasaan tercekik. Bahaya limbah gas kerap mengintai di area tertutup seperti sumur bor atau area rawan bencana vulkanik. Dari fenomena di atas, penelitian ini memberikan inspirasi bagaimana merancang alat yang digunakan untuk menangani kandungan besar gas CO2 di udara di tempat terbuka dan tertutup yang dapat dipantau dari kejauhan dan datanya selalu terupdate. Sistem ini menggunakan metode komunikasi jaringan sensor nirkabel dengan sensor gas MQ-135 sebagai pembaca nilai gas yang diprogramkan di Arduino IDE yang terintegrasi dengan modul komunikasi serial nirkabel HC-12 yang diatur untuk bekerja pada baudrate 115200 bps, frekuensi saluran 433,8 MHz, daya pancar + 20dBm, dan menggunakan mode kerja FU1 moderat. penerima HC-12 juga memiliki spesifikasi teknis yang sama dengan pengirim. Nilai gas CO2 akan diberitahukan sebelumnya kepada orang terdekat dari pendeteksi gas dengan dua macam sistem peringatan dini. Sistem peringatan dini akan aktif pada saat sensor MQ-135 memonitor keberadaan kadar gas CO2 pada 1000 Ppm untuk tanda peringatan, sedangkan level gas pada 1000 Ppm selama 5 menit peringatan alarm. Dari data pengukuran dapat diketahui bahwa hasil pengukuran rata-rata kadar gas CO2 dalam ruangan adalah 43,9 Ppm, di luar ruangan sebesar 126,3 Ppm, di luar ruangan dengan sensor didekatkan ke mulut knalpot motor roda dua. kendaraan 786,1 Ppm, dan mengunggah dan mengirim data ke firebase di dalam sensor dekat mulut knalpot kendaraan roda dua, 820 Ppm dengan modul HC-12 ditemukan 5 Data Loss dari 8 data saat mengirim data pada jarak 30 meter . Sensor gas MQ-135 memiliki keterbatasan dalam mendeteksi gas CO2. yang merupakan jangkauan deteksi maksimum pada 1000 Ppm dan membutuhkan kalibrasi yang rumit. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sistem lebih lanjut mengenai sensitivitas dan keandalan sensor gas CO2.
Ringkasan Alternatif
in human life it cannot be separated from the presence of carbon dioxide gas. CO2 gas is asphyxia, that is, at high concentrations it can replace oxygen in the air, causing breathing and a feeling of suffocation. the danger of gas waste often lurks in closed areas such as drilled wells or areas prone to volcanic disasters. from the above phenomena, this research provides inspiration on how to design a device used to handle the large content of CO2 gas in the air in open and closed places that can be monitored from a distance and the data is always updated. this system uses wireless sensor network communication method with the gas sensor MQ-135 as a gas value reader within programmed at Arduino IDE which is integrated with a HC-12 wireless serial communication module which is set to work at a baudrate of 115200 bps, frequency channels 433,8 MHz, transmitting power +20dBm, and uses moderate FU1 work mode. the HC-12 receiver also set to the same technical spesifications as the sender. the CO2 gas value will be notified earlier to nearest people of the gas detector with two kinds of early warning system. The early warning system will be active when the MQ-135 sensor monitors the presence of CO2 gas levels at 1000 Ppm for warnings sign, while the gas level is at 1000 Ppm for 5 minutes of alarm warning. from the measurement data, it can be seen that the average measurement results of CO2 gas levels in the room is 43,9 Ppm, outdoors is 126,3 Ppm, outdoors with the sensor brought close to the exhaust mouth of a two-wheeled motor vehicle 786,1 Ppm, and uploaded and sent data to firebase within the sensor near the exhaust mouth of two-wheeled vehicle, 820 Ppm with the HC-12 module found 5 Data Loss from 8 data when sending data at a distance of 30 meters. The MQ-135 gas sensor has limitations in detecting CO2 gas. which is maximum detection range at 1000 Ppm and requires complex calibration. Therefore, it is necessary to develop a further system on the sensitivity and reliability of CO2 gas sensor.
Sumber