Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Revitalisasi Hutan Kota Guntur Sebagai Ruang Terbuka Hijau Di Kabupaten Garut
Selvi Lestari (2018) | Skripsi | Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah pemerintah maupun bukan milik pemerintah, yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang. Pembangunan kota saat ini cenderung meminimalkan Ruang Terbuka Hijau (RTH), hal itu disebabkan program yang menghasilkan pendapatan ekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih diprioritaskan sehingga menyebabkan kurangnya perhatian pada aset Ruang Terbuka Hijau khususnya pada Ruang Terbuka Hijau di kabupaten Garut. Kabupaten Garut memiliki aset hutan kota Guntur sebagai Ruang Terbuka Hijau yang kini telah mengalami penurunan dimana kondisi fisik aset belum baik, fungsionalitas aset belum optimal, penggunaan dan pemanfaatan hutan kota masih rendah. Maka dari itu revitalisasi hutan kota diperlukan agar terwujudnya hutan kota Guntur yang sesuai dengan fungsinya dengan melakukan peningkatan kondisi fisik sebagai salah satu aspek lingkungan guna terwujudnya pemanfaatan yang produktif dan terbentuk sebuah kontrol jangka panjang pada fasilitas dan insfrastruktur kota. Tujuan dari proyek ini adalah merencanakan revitalisasi hutan kota Guntur dan menghitung estimasi biaya yang di perlukan. Landasan teori yang diperlukan adalah manajemen aset, optimasi aset dan revitalisasi aset. Objek dalam proyek ini adalah hutan kota Guntur yang berada di Jalan Guntur Melati yang memiliki luas 0,3 Ha. Jenis data dalam perencanaan proyek ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik Pengumpulan Data dalam proyek ini adalah melalui observasi ilmiah, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari proyek ini adalah perencanaan pembongkaran pada fasilitas yang memerlukan penggantian dan perbaikan; renovasi fasilitas yang mengalami kerusakan berat maupun ringan; pembangunan dan pengadaan fasilitas yang belum ada dihutan kota Guntur sesuai dengan kriteria aksesibilitas; kemampuan hutan kota menarik pengguna; keamanan dan kenyaman serta makna dan keterkaitan jugaestimasi biaya yang diperlukan untuk perencanaan revitalisasi hutan kota Guntur.
Ringkasan Alternatif
The urban forest is a stretch of land that grows compact and dense trees within urban areas on both government and non-government land, defined as urban forest by government. At this moment, urban development tends to minimize Green Open Space, it is because programs that generate higher economic revenues tend to be prioritized, resulting in a lack of attention to Green Open Space assets especially in Green Open Space in Garut district. Garut district has Guntur urban forest assets as a Green Open Space which has now declined where the physical condition of the assets has not been good, the functionality of the assets has not been optimal, the use and utilization of urban forest is still low. Therefore revitalization of urban forest is necessary for the realization of Guntur urban forest in accordance with its function by improving the physical condition as one aspect of the environment in order to realize productive utilization and formed a long-term control on the facilities and infrastructure of the urban. The purpose of this project is to plan the revitalization of Guntur urban forest and calculate the estimated cost. The necessary theoretical basis is asset management, asset optimization and asset revitalization. The object of the project is the Guntur urban forest located on Jalan Guntur Melati which has an area of 0.3 Ha. The types of data in this project planning are primary data and secondary data. Data collection techniques in this project are scientific observation, interview and documentation study. The result of this project is the revitalization plan of Guntur Urban Forest which is in accordance with the criteria of accessibility, the ability of urban forest to attract users, the safety and comfort and the meaning and relevance as well as the estimated cost required for revitalization planning of Guntur urban forest.