Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Sistem Antrian Banyak Loket Berbasis AT89C51
Edwar Yunani (2004) | Skripsi | Teknik Informatika , Teknik Informatika
Bagikan
Ringkasan
Mikrokontroller, sebagai suatu terobosan teknologi mikroprosessor dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar (market need) dan teknologi baru. Sebagai teknologi baru, yaitu teknologi semi konduktor dengan kandungan transistor yang lebih banyak namun hanya membutuhkan ruang kecil dapat diproduksi secara masal ( dalam jumlah banyak). Sebagai ilustrasi yang bisa memberikan gambaran penggunaan mikrokontroller adalah aplikasi dari antrian yang banyak digunakan diperbagai tempat dengan tujuan terciptanya pelayanan pada masyarakat dapat ditingkatkan, serta dapat membiasakan budaya antri untuk suatu layanan misalnya bank, pembayaran telepon, pembayaran listrik, perpustakaan, rumah sakit atau tempat lainnya. Alat ini pada prinsipnya dikendalikan oleh mikrokontroller yang menggunakan mikroswich sebagai tombol antriannya. Data yang masuk ke mikro secara otomatis akan diprint melalui printer. Tidak seperti komputer, yang mampu menangani berbagai macam program aplikasi ( misalnya pengolah kata, pengolah angka dan lain sebagainya), mikro kontrol hanya bisa digunakan untuk aplikasi tertentu saja (hanya satu program saja yang bisa disimpan) perbedaan lainnya terletak pada perbandingan RAM dan ROM.
Ringkasan Alternatif
Mikrokontroller, sebagai suatu terobosan teknologi mikroprosessor dan mikrokomputer, hadir memenuhi kebutuhan pasar (market need) dan teknologi baru. Sebagai teknologi baru, yaitu teknologi semi konduktor dengan kandungan transistor yang lebih banyak namun hanya membutuhkan ruang kecil dapat diproduksi secara masal ( dalam jumlah banyak). Sebagai ilustrasi yang bisa memberikan gambaran penggunaan mikrokontroller adalah aplikasi dari antrian yang banyak digunakan diperbagai tempat dengan tujuan terciptanya pelayanan pada masyarakat dapat ditingkatkan, serta dapat membiasakan budaya antri untuk suatu layanan misalnya bank, pembayaran telepon, pembayaran listrik, perpustakaan, rumah sakit atau tempat lainnya. Alat ini pada prinsipnya dikendalikan oleh mikrokontroller yang menggunakan mikroswich sebagai tombol antriannya. Data yang masuk ke mikro secara otomatis akan diprint melalui printer. Tidak seperti komputer, yang mampu menangani berbagai macam program aplikasi ( misalnya pengolah kata, pengolah angka dan lain sebagainya), mikro kontrol hanya bisa digunakan untuk aplikasi tertentu saja (hanya satu program saja yang bisa disimpan) perbedaan lainnya terletak pada perbandingan RAM dan ROM.
Sumber