Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Sistem informasi geografis untuk pemetaan zona hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indoramayu
Gilar Dwia NIM. (2013) | Skripsi | Teknik Informatika
Bagikan
Ringkasan
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu membawahi 31 UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas), di setiap kecamatan terdapat 1 UPTD, dan setiap UPTD memiliki wilayah kerja masing-masing. Luasnya wilayah kerja dan jarak yang jauh antara UPTD dengan Dinas Pertanian dan Peternakan, maka informasi hasil produksi tanaman hortikultura yang dihimpun dari petani oleh UPTD yang sampai ke dinas pertanian dan peternakan menjadi lambat tersampaikan, keterlambatan tersebut mengakibatkan pemantauan terhadap produktivitas tanaman menjadi tidak diketahui secara spesifik, hal tersebut dapat menimbulkan turunnya hasil produksi, dikarenakan faktor-faktor yang merusak produktivitas yaitu OPT (Organisme Penganggu Tanaman) tidak tertangani dengan cepat. Dengan sistem informasi geografis lebih mudah untuk mengetahui dan memetakan kecamatan-kecamatan antara komoditas yang produktivitasnya tinggi dan yang rendah, sehingga pemantauan terhadap tanaman hortikultura menjadi spesifik. Oleh karena itu dibangunlah Sistem informasi geografis yang menjadi solusi dalam permasalahan ini, karena sistem informasi geografis merupakan suatu sistem yang mengandung data atribut dan data spasial dalam basis datanya. Berdasarkan hasil penelitian dan setelah dilakukannya pengujian alpha dan beta dapat disimpulkan bahwa sistem informasi geografis ini dapat membantu pengelolaan data produksi dan serangan OPT, pemantauan produksi dan serangan OPT.
Ringkasan Alternatif
Department of Agriculture and Animal Husbandry Indramayu Regency oversees 31 UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas), in each district there is 1 UPTD, and every UPTD have each work area. The extent of the work area and the distance between UPTD with the Department of Agriculture and Animal Husbandry, the horticultural produce plants information collected from farmers by UPTD are up to the department of agriculture and animal husbandry became slowly delivered, the delay resulted in the monitoring of plants productivity is not known to be specifically , it can raises the decline of production, due to factors are damage the productivity of the OPT (Organisme Penganggu tanaman) are not handled quickly.With geographic information systems easier to find out and map the sub-districts between high commodity and low productivity, so monitoring of horticultural crops to be specific. Therefore geographic information system built into the solution in this matter, because the geographic information system is a system that contains the attribute data and spatial data in the database.Based on these result it and after doing alpha testing and betha testing can be concluded that the geographic information system can help the production and OPT attacks data management, monitoring production and OPT attacks.