Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
SISTEM INFORMASI KEHADIRAN PEGAWAI PERUM PERHUTANI KESATUAN PEMANGKUAN HUT5AN CIAMIS
FAJAR SUPRIYATNA HERMAWAN (2009) | Skripsi | Manajemen Informatika , Sistem Informasi , Manajemen , Manajemen , Manajemen , Manajemen
Bagikan
Ringkasan
Perum Pehutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis adalah
sebuah perusahaan umum milik pemerintah yang fungsinya menjaga dan
mengelola hutan produksi untuk kemakmuran bangsa, oleh karena itu perannya
sangat penting dalam bidang pengolahan hutan. Sering terjadi banyak
permasalahan pada sistem informasi yang ada di Perum Perhutani KPH Ciamis,
dikarenakan terjadinya kesalahan dalam perhitungan kehadiran pegawai dan
dalam pengolahahn data kehadiran sehingga pembuatan laporan membutuhkan
waktu yang lama. Permasalahan terjadi kerena banyaknya data dalam sistem
tersebut yang dikelola secara manual. Pengembangan sistem informasi yang
diupayakan di Perum Perhutani KPH Ciamis dikhususkan mengenai sistem
kehadiran pegawai. Dengan dikembangkanya sistem informasi kehadiran pegawai
berbasis komputer diharapkan dapat menangani permasalahan yang terjadi.
Metode pendekatan yang digunakan berdasarkan OOP, kerena OOP
menciptakan sinergi yang luar biasa sepanjang siklus hidup perkembangan
perangkat lunak (perencanaan, analisis, perancangan, implementasi dan
pengujian) sehingga dapat diterapkan pada pengembangan sistem secara umum,
menyangkut perangkat lunak , perangkat keras, serta sistem informasi secara
keseluruhan. Meskipun pemodelan berorientasi objek belum memiliki tool-tool
standar, tapi saat ini UML berangsur-angsur menjadi standar metodologi dalam
pengembangan sistem informasi atau perangkat lunak berorientasi objek. Tooltool
yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi di Perum Perhutani
KPH Ciamis berdasarkan metodologi berorientasi objek.
Dengan dikembangkanya sistem informasi kehadiran di Perum Perhutani Ciamis diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang sering terjadi dalam pengolahan data kehadiran, diantaranya perhitungan kehadiran dan pembaharuan data kehadiran, meminimalkan kehilangan dan kerusakan data, mengatasi ketidak konsistenan atau duplikasi data, menghasilkan laporan yang akurat dan tepat waktu serta meningkatkan keamanan dengan membatasi hak akses bagi yang tidak berhak.
Ringkasan Alternatif
Perum Pehutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis adalah
sebuah perusahaan umum milik pemerintah yang fungsinya menjaga dan
mengelola hutan produksi untuk kemakmuran bangsa, oleh karena itu perannya
sangat penting dalam bidang pengolahan hutan. Sering terjadi banyak
permasalahan pada sistem informasi yang ada di Perum Perhutani KPH Ciamis,
dikarenakan terjadinya kesalahan dalam perhitungan kehadiran pegawai dan
dalam pengolahahn data kehadiran sehingga pembuatan laporan membutuhkan
waktu yang lama. Permasalahan terjadi kerena banyaknya data dalam sistem
tersebut yang dikelola secara manual. Pengembangan sistem informasi yang
diupayakan di Perum Perhutani KPH Ciamis dikhususkan mengenai sistem
kehadiran pegawai. Dengan dikembangkanya sistem informasi kehadiran pegawai
berbasis komputer diharapkan dapat menangani permasalahan yang terjadi.
Metode pendekatan yang digunakan berdasarkan OOP, kerena OOP
menciptakan sinergi yang luar biasa sepanjang siklus hidup perkembangan
perangkat lunak (perencanaan, analisis, perancangan, implementasi dan
pengujian) sehingga dapat diterapkan pada pengembangan sistem secara umum,
menyangkut perangkat lunak , perangkat keras, serta sistem informasi secara
keseluruhan. Meskipun pemodelan berorientasi objek belum memiliki tool-tool
standar, tapi saat ini UML berangsur-angsur menjadi standar metodologi dalam
pengembangan sistem informasi atau perangkat lunak berorientasi objek. Tooltool
yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi di Perum Perhutani
KPH Ciamis berdasarkan metodologi berorientasi objek.
Dengan dikembangkanya sistem informasi kehadiran di Perum Perhutani Ciamis diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang sering terjadi dalam pengolahan data kehadiran, diantaranya perhitungan kehadiran dan pembaharuan data kehadiran, meminimalkan kehilangan dan kerusakan data, mengatasi ketidak konsistenan atau duplikasi data, menghasilkan laporan yang akurat dan tepat waktu serta meningkatkan keamanan dengan membatasi hak akses bagi yang tidak berhak.