Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Sistem Monitoring Infus Berbasis Modul Mikrokontroler
Nopianti Nurhakmaliah (2018) | Tugas Akhir | Teknik Elektro
Bagikan
Ringkasan
Infus cairan intravena adalah tindakan yang dilakukan dengan memasukkan cairan dan nutrisi ke dalam tubuh manusia, dikarenakan hilangnya cairan dalam tubuh. Karena fungsinya yang sangat penting, maka cairan infus yang masuk ke dalam tubuh pasien harus terpantau dengan baik. Kesalahan seperti naiknya darah ke selang infus yang diakibatkan cairan infus yang habis yang tidak diketahui atau karena hal lainnya sehingga dapat menyebabkan penyumbatan darah pada selang infus, hal tersebut dapat memperburuk kondisi pasien. Berdasarkan hal tersebut, maka pada proyek akhir ini dibuat sistem yang dapat membantu perawat dalam memantau level cairan infus pasien setiap per-100ml, mendeteksi ketika cairan infus habis dengan menggunakan sensor load cell yang telah dikonfigurasikan, sehingga nilai level cairan infus hasil konfigurasi yang didapatkan akan sesuai dengan berat asli dari cairan infus tersebut. Dimana saat level cairan infus 500ml dengan berat 499gr, maka didapat nilai level cairan infus hasil konfigurasi adalah 506, selain itu sistem ini dapat mendeteksi ketika darah naik ke selang infus pasien dengan menggunakan modul sensor photo-interrupter. Dimana sistem pemantauan infus pasien, dapat dilakukan langsung melalui interfaces yang terdapat pada ruang perawat dengan memanfaatkan jaringan Wi-Fi untuk pengiriman data dari modul mikrokontroler ESP8266 (WEMOS D1) yang terdapat pada alat sistem monitoring infus, ke interfaces yang terdapat pada ruang perawat namun sebelum ditampilkan pada interfaces yang ada, data terlebih dahulu disimpan pada database MySQL yang terdapat pada PC perawat. Berdasarkan pengujian lama waktu transmisi data dari modul mikrontroler ke database dan ditampilkan pada interfaces, didapatkan waktu terlama yaitu 2913ms dengan kondisi cairan infus berada pada level 100ml, dengan status infus dinyatakan habis dan tidak terjadi pendarahan. Lama dari pengiriman data ke database tergantung pada konektivitas dari jaringan Wi-Fi yang digunakan. Sedangkan untuk data yang terkirim dari mikrokontroler ke database sudah sesuai, dengan kata lain data terkirim dan tersimpan 100% pada database. Kata Kunci: Monitoring infus pasien, Load cell, modul photo-interrupter, modul mikrokontroler ESP8266 (WEMOS D1), jaringan Wi-Fi.
Ringkasan Alternatif
Intravenous fluid infusion is an action that is done by inserting fluids and nutrients into the human body, due to the loss of fluid in the body. Because the function is very important, then the infusion fluid that enters the patient's body must be monitored properly. Mistakes such as increased blood to an infusion tube caused by an unexpected infusion fluid that is unknown or because of other things that can cause blood clots in the infusion tube, it can worsen the condition of the patient. Based on this, in this final project, a system that can assist nurses in monitoring the infusion fluid level of each patient per 100ml, detects when the infusion is discharged by using a configured load cell sensor, so that the infusion fluid level obtained from the configuration will be According to the original weight of the intravenous fluid. When the 500ml infusion fluid level weighs 499 grams, the value of the infusion fluid level obtained from the configuration is 506, otherwise it can detect when the blood goes up to the patient's infusion hose by using the photo-interrupter sensor module. Where the patient infusion monitoring system, can be done directly through the interfaces contained in the nurse's room by utilizing the Wi-Fi network for data transmission from the ESP8266 (WEMOS D1) microcontroller module contained in the infusion monitoring system tool, to the interfaces contained in the nurse's room but before Displayed on the interfaces that exist, the data first stored in the MySQL database contained on the PC nurse. Based on testing time of data transmission from microcontroller module to database and displayed on interfaces, got the longest time is 2913ms with infusion fluid condition is at 100ml level, with infusion status expressed and no bleeding occurred. The length of data transmission to the database depends on the connectivity of the Wi-Fi network used. As for the data sent from the microcontroller to the database is appropriate, in other words data sent and stored 100% in the database. Keywords: Patient infusion monitoring, Load cell, photo-interrupter module, ESP8266 (WEMOS D1) microcontroller module, Wi-Fi network.
Sumber