Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Sistem Monitoring Kualitas Air Bersih Dan Kontrol Distribusi Air Berbasis IoT
Nurdien Bayu Aji (2019) | Tugas Akhir | Teknik Elektro
Bagikan
Ringkasan
Banyak kegiatan manusia yang bergantung pada air seperti minum, mandi dan sebagainya. Kegiatan tersebut mengunakan air yang memiliki kualitas bervariasi tergantung kondisi sumber air dan pengolahannya. Metode tradisional yang digunakan untuk mengukur kualitas air yaitu dengan mengumpulkan sampel secara manual dan kemudian mengirimnya ke laboratorium untuk di analisis. Maka dalam penelitian ini dirancang sistem monitoring kualitas air bersih berbasis IoT pada mikrokontroler dengan mengukur pH, suhu dan kekeruhan air yang pendistribusiannya dapat dikontrol melalui tampilan HMI. Kontrol distribusi air yang dimaksud adalah kontrol ketinggian air saat proses pengiriman air bersih dari tempat monitoring menuju tempat penyimpanan air. Untuk mengukur pH air menggunakan sensor pH yang bekerja mendeteksi jumlah ion H3O dan dapat mengukur pH 1-14 dengan nilai error ±1.15%. Untuk mendeteksi masalah kekeruhan air menggunakan fotodioda sensor yang memiliki prinsip kerja dengan intensitas cahaya yang diterima dan memiliki range pengukuran 0-3000 NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Untuk mendeteksi suhu air menggunakan sensor yang sanagat presisi karena dapat merasakan perubahan nilai tegangan paling kecil sebesar 5/(212-1) = 0.0012 Volt. Pada rentang suhu -10 sampai +85 derajat Celcius, sensor ini memiliki akurasi ±0.5. Output dari sistem ini mengandung informasi pH air, suhu air dan kekeruhan air. Hasil uji menunjukan sistem monitoring kualitas air bersih dan kontrol distribusi air ini dapat mengirimkan data berupa nilai pH, kekeruhan, suhu, jarak dan kontrol pompa air melalui jaringan internet yang ketinggian airnya terkendali. Data tersebut dapat dikirimkan menuju tampilan HMI pada website dalam waktu 1,000 ms pada tipe jaringan 4G setiap ada perubahan kondisi pembacaan sensor. Kata kunci: IoT, HMI, pH, Suhu,Kekeruhan.
Ringkasan Alternatif
Many human activities depend on water such as drinking, bathing and so on. These activities using water that has quality vary depending on the condition of the water source and its processing. The traditional method used to measure water quality is by collecting samples manually and then sending them to the laboratory for analysis. So in this study a IoT-based clean water quality monitoring system is designed in the microcontroller by measuring the pH, temperature and turbidity of the water whose distribution can be controlled through the HMI display. The water distribution control in question is control of water level when the process of sending clean water from the monitoring site to the water storage. To measure the pH of water using a pH sensor that works to detect the amount of H3O ions and can measure pH 1-14 with an error value of ±1.15%. To detect water turbidity problems using a photodiode sensor that has a working principle with acceptable light intensity and has a measurement range of 0-3000 NTU (Nephelometric Turbidity Unit). To detect the temperature of the water using a sensor that is very precise because it can feel the change in the smallest voltage value of 5 / (212-1) = 0.0012 Volt. At a temperature range of -10 to +85 degrees Celsius, this sensor has an accuracy of ±0.5. The output of this system contains information on water pH, water temperature and turbidity of the water. The test results show that the water quality monitoring system and control of water distribution can transmit data in the form of pH, turbidity, temperature, distance and control of the water pump through the internet network where the water level is controlled. This data can be sent to the HMI display on the website in 1,000 ms on the 4G network type every time there is a change in the sensor reading conditions. Keywords: IoT, HMI, pH, Temperature, Turbidity.
Sumber