Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Sistem Pakar Gangguan Autis pada Anak Dan Solusinya
Dinda Evandina (2010) | Skripsi | Teknik Informatika , Teknik Informatika , Teknik Informatika , Teknik Informatika
Bagikan
Ringkasan
Beberapa fakta menunjukkan bahwa permasalahan gangguan autisme pada masa kanak-kanak merupakan isu yang sedang hangat dibicarakan saat ini. Gangguan autisme pada anak merupakan masalah dalam interaksi sosial, perilaku dan keterbatasan komunikasi serta merupakan permasalahan kegawatan perilaku sebelum umur tiga tahun. Dispritas tingkah laku anak-anak terlihat dari ketidakmampuan untuk berinteraksi sosial dengan orang lain. Seolah-olah mereka mempunyai kehidupan mereka sendiri. Orang tua kadang tidak tau jika anak mereka mengalami autisme sehingga mereka tidak tau bagaimana untuk megatasinya. Jadi, untuk mengetahui tentang autisme dan untuk mengatasi gangguan autisme masa kanakkanak, maka diperlukan sistem pakar. Penelitian ini berusaha mencoba untuk mengembangkan sistem pakar yang dapat mendiagnosa gangguan autisme pada anak-anak dengan mengobservasi gejala fisik yang ditemukan pada anak. Input data gejala dilakukan dengan memilih gejala yang terdapat pada anak. Proses ini menerapkan “forward chaining methodâ€�, peraturan diuji satu sama lain dalam aturan tertentu. Jika setiap peraturan telah teruji, sistem pakar akan mengevaluasi apakah kondisinya benar atau salah. Jika kondisinya benar, maka aturan disimpan dan aturan berikutnya diuji. Sebaliknya jika kondisinya salah, aturan tidak disimpan dan aturan berikutnya diuji. Proses ini akan berlanjut hingga semua aturan telah teruji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pakar akan memfasilitasi konsultasi medis untuk tujuan diagnosis, dan juga menunjukkan tingkat kepercayaan yang diberikan dalam melengkapi bukti bukti parsial. Menajemen pengetahuan dasar diatur agar mudah untuk dilakukan, sehingga dapat diatur dan dikendalikan oleh ahli.
Ringkasan Alternatif
Beberapa fakta menunjukkan bahwa permasalahan gangguan autisme pada masa kanak-kanak merupakan isu yang sedang hangat dibicarakan saat ini. Gangguan autisme pada anak merupakan masalah dalam interaksi sosial, perilaku dan keterbatasan komunikasi serta merupakan permasalahan kegawatan perilaku sebelum umur tiga tahun. Dispritas tingkah laku anak-anak terlihat dari ketidakmampuan untuk berinteraksi sosial dengan orang lain. Seolah-olah mereka mempunyai kehidupan mereka sendiri. Orang tua kadang tidak tau jika anak mereka mengalami autisme sehingga mereka tidak tau bagaimana untuk megatasinya. Jadi, untuk mengetahui tentang autisme dan untuk mengatasi gangguan autisme masa kanakkanak, maka diperlukan sistem pakar. Penelitian ini berusaha mencoba untuk mengembangkan sistem pakar yang dapat mendiagnosa gangguan autisme pada anak-anak dengan mengobservasi gejala fisik yang ditemukan pada anak. Input data gejala dilakukan dengan memilih gejala yang terdapat pada anak. Proses ini menerapkan “forward chaining methodâ€�, peraturan diuji satu sama lain dalam aturan tertentu. Jika setiap peraturan telah teruji, sistem pakar akan mengevaluasi apakah kondisinya benar atau salah. Jika kondisinya benar, maka aturan disimpan dan aturan berikutnya diuji. Sebaliknya jika kondisinya salah, aturan tidak disimpan dan aturan berikutnya diuji. Proses ini akan berlanjut hingga semua aturan telah teruji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pakar akan memfasilitasi konsultasi medis untuk tujuan diagnosis, dan juga menunjukkan tingkat kepercayaan yang diberikan dalam melengkapi bukti bukti parsial. Menajemen pengetahuan dasar diatur agar mudah untuk dilakukan, sehingga dapat diatur dan dikendalikan oleh ahli.
Sumber