Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Sistem Pendeteksian Kadar Karbon Dioksida untuk Pengukuran Viabilitas Benih Tanaman berbasis Internet of Things
Alvian Mahardhika (2021) | Tugas Akhir | Teknik Elektro
Bagikan
Ringkasan
Viabilitas benih adalah kemampuan benih untuk hidup, yang ditunjukan oleh gejala metabolismenya. Salah satu metabolisme yang mencerminkan viabilitas benih adalah metabolisme respirasi. Viabilitas benih dicerminkan oleh persentase daya berkecambah yang tinggi. Benih yang memiliki viabilitas tinggi akan memiliki metabolisme respirasi yang tinggi pula . Pengukuran respirasi untuk mengevaluasi viabilitas benih dapat juga dilakukan dengan metode titrasi yaitu dengan mengukur jumlah CO2 yang dilepaskan selama respirasi. Pengukuran dengan metode titrasi ini dinilai kurang praktis, sehingga diperlukan sistem pendeteksian kadar karbon dioksida secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pendeteksian kadar karbon dioksida secara otomatis dalam rentang pengukuran dari 400 ppm hingga 5000 ppm. Sistem ini memiliki penyimpanan data online melalui database yang dapat dipantau dimana saja dan kapan saja. Sistem ini juga dilengkapi penyimpanan data cadangan melalui kartu SD untuk menghidari hilangnya data pada cloud karena kegagalan koneksi internet. Pengukuran data yang telah dideteksi akan diakumulasikan secara kelompok dalam bentuk persentase viabilitas dengan rentang 0% – 100%. Hasil pengukuran CO2 pada benih selama kurang lebih 14 jam menunjukan data pengukuran CO2 pada benih V1 sebesar 3003 ppm dan benih V2 sebesar 4777 ppm. Pendeteksian ini akan memudahkan pendeteksian viabilitas benih dalam bidang pertanian dan pengembangan ilmu benih.
Ringkasan Alternatif
Seed viability is the ability of the seed to survive, which is indicated by its metabolic symptoms. One of the metabolism that reflects the viability of seeds is the metabolism of respiration. Seed viability is reflected in the high percentage of germination. Seeds that have high viability will also have a high respiratory metabolism. Measurement of respiration to evaluate seed viability can also be done by titration method, namely by measuring the amount of CO2 released during respiration. Measurements using this titration method are considered impractical, so a direct detection system for carbon dioxide levels is needed. This research aims to automatically detect carbon dioxide levels in the measurement range from 400 ppm to 5000 ppm. This system has online data storage via a database that can be monitored anywhere and anytime. This system is also equipped with backup data storage via an SD card to prevent data loss in the cloud due to internet connection failure. Measurement data that has been detected will be accumulated as a group in the form of a percentage of viability in the range of 0% - 100%. The results of measuring CO2 in seeds for approximately 14 hours showed that the measurement data of CO2 in V1 seeds was 3003 ppm, and V2 seeds were 4777 ppm. This detection will facilitate the detection of seed viability in agriculture and the development of seed science.
Sumber