Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
STUDI PENERAPAN METODE ELASTIS TERHADAP ELEMEN BETON BERTULANG
FAISAL PRAYUDA SETYAWAN (2017) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Metode perencanaan elastis didasarkan pada anggapan bahwa sifat dan prilaku beton bertulang dianggap sama dengan bahan homogen (serba sama) seperti kayu, baja dan sebagainya. Pada dasarnya semua analisa struktur secara umum masih menggunakan teori elastis. Tapi saat menghitung desain penampang tulangan masih menggunakan teori batas dan ketika menghitung lendutan kita kembali menggunakan teori elastis untuk mencegah lendutan yang tinggi dan menimbulkan keretakan. Teori elastis ini mempunyai kelemahan pada perhitungan yang sangat rumit. Maka studi ini bertujuan untuk membahas serta menyederhanakan metode elastis untuk elemen balok. Sehingga teori penyederhanaan tersebut akhirnya dapat digunakan untuk memudahkan perencanaan elemen balok khususnya pada menara tangki air. Hasil dari studi dan analisa yang telah dilakukan dapat diperoleh cara untuk perhitungan kuat lentur elemen balok yakni dengan mengacu pada nilai Ra = M/(fcbd^2 ) sebagai perbandingan antara momen dan perkalian antara tegangan ijin beton terhadap elemen balok ke serat tepi terluar. Dari hasil tersebut kemudian dapat diterapkan pada perencanakan kuat lentur penulangan elemen balok pada menara tangki air.
Ringkasan Alternatif
Elastic planning methods are based on the assumption that the nature and behavior of reinforced concrete is considered equal to a homogeneous material (homogeneous) such as wood, steel and so on. Basically all the structural analysis in general is still using elastic theory. But when calculating the reinforcement section design still uses theoretical limit when calculating deflections and we go back to using the theory of elastic to prevent high deflection and cause cracks. This elastic theory has a weakness in a very complicated calculation. So this study aims to discuss and simplifying methods for elastic beam elements. So that the simplification theory eventually be used to facilitate the planning of beam elements especially on the tower water tank. The results of the study and analysis that has been done can be obtained by way of calculation of flexural strength of the beam element by reference to the value of Ra = M/(fcbd^2 ) as the ratio between the moment and the multiplication of the allowable stress concrete beam element to the outer edge of the fiber. From these results can then be applied to perencanakan flexural strength reinforcement beam elements in the water tank tower.
Sumber