Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
STUDI PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DAN KINERJA JALAN RUAS JALAN GENTENG – BENCULUK (KM.287 - KM. 366) JALAN PROPINSI JAWA TIMUR
AHMAD FAHRI QOMARUDIN.S (2016) | Skripsi | -
Bagikan
Ringkasan
Jalan raya merupakan prasarana terpenting bagi terselenggaranya roda perekonomian daerah dan Nasional. Disamping itu juga Jalan raya sebagai penghubung darat (moda darat) antar daerah bahkan antar propinsi. Pada pemeliharaan jalan sangat mutlak dibutuhkan untuk mempertahankan kemampuan jalan sesuai dengan harapan masyarakat. Memperhatikan perkembangan jalur lalu lintas pada Jalan raya Genteng - Benculuk (Kabupaten Banyuwangi) tersebut, maka akan berpengaruh yang besar terhadap peluang bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi di sepanjang jalur jalan ini. Dengan kegiatan perekonomian daerah dan Nasional yang semakin meningkat akan mempengaruhi peningkatan jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut. Pada kenyataan ini, diperlukan perencanaan perkerasan lentur pada jalan yang baik. Rumusan permasalahan yaitu bagaimana tingkat kinerja KM. 287 – KM.366 Genteng – Benculuk pada saat ini untuk jangka waktu rencana (n) = 10 tahun mendatang dan berapa tebal perkerasan pada KM. 287 – KM.366 ruas jalan Genteng – Benculuk (Kabupaten Banyuwangi), dengan perkembangan lalu lintas (i) sebesar 3 % = 0.03. Adapun hasil dari pnitian ini didapat Kapasitas jaan (DS)= Q/C = 2753 /2233 = 1,232 (F) atau diatas nilai 1, dimana F adalah arus yang sering dipaksakan atau macet pada kecepatan-kecepatan yang rendah, antrian yang panjang dan terjadi hambatan-hambatan yang besar. Untuk Indeks Tebal Perkerasan (ITP) adalah Laston (MSS 744) =7,5 cm, Batu Pecah (CBR 60%)= 20 cm dan Batu Sirtu (CBR 60) = 60 cm.
Ringkasan Alternatif
Needs of the highway is the most important infrastructure for this wheel of regional and national economies (countries). Beside that, as well as highways connecting land (land mode) among regions and even between provinces. On road maintenance is absolutely necessary to maintain the capability of the road according to the expectations of the community. On the road of the Banyuwangi KM. 287 – KM. 366 is collector road network (class II) connecting Banyuwangi and surrounding areas. Nevertheless the road conditions at the moment are not qualified construction safety and comfort. As a result of traffic conditions are very solid and good road conditions can result in the risk of congestion and accidents. Observations in the field, that the traffic volume is present and future had been disproportionate to the existing road conditions. Therefore on the road required the existence of design planning or construction operations of the road roughness by looking at performance level roads through the calculation of the amount of traffic volume, road capacity and the degree of kejenuhannya. And for the necessary roughness of thick on the road can be done through forecasting traffic volume for the foreseeable future. Pay attention to the development of traffic lanes on the highway Genteng – Benculuk Banyuwangi that will have a major effect on the opportunities for the development of various economic activities along the way. With regional and national economic activity increases will affect the increase in the number of vehicles that pass through the road.
Sumber