Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Tinjauan Metode Pelaksanaan Jembatan Gantung Asimetris Bentang 42 Meter di Perbatasan Desa Cihawuk, Kertasari
Aditya Rahmat Maulana (2022) | Tugas Akhir | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Negara Indonesia dengan kondisi topografi yang bervariasi seperti sungai, lembah, dan jurang mengakibatkan timbulnya permasalahan yang terjadi di masyarakat. Salah satu masalah yang timbul adalah aksesibilitas dari dan ke lokasi lokasi terpencil yang sulit dijangkau. Untuk menjangkau lokasi tersebut dibutuhkan infrastruktur yang memadai seperti jalan dan jembatan. Pemerintah melalui puslitbang jalan dan jembatan menghadirkan inovasi teknologi berupa jembatan gantung dengan sistem modular untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua yang disebut jembatan gantung untuk pedesaan asimetris bernama Jembatan Gantung Untuk Pedesaan Asimetris (JUDESA). Dalam pengerjaan tugas akhir ini, penulis akan memaparkan hasil tinjauan terhadap metode pelaksanaan konstruksi jembatan gantung JUDESA. Jembatan gantung asimetris dengan bentang 42 meter dan lebar 1,8 meter ini dikerjakan dengan metode flying fox yaitu material dan elemen-elemen jembatan diseberangkan dan dipasang pada kabel utama jembatan yang telah terpasang.
Ringkasan Alternatif
The country of Indonesia with various topographical conditions such as rivers, valleys, and ravines causes problems in society. One of the problems is the accessibility to and from unreachable locations. To reach these locations, proper infrastructure such as roads and bridges are needed. The government, through the research and development center for roads and bridges, presents technological innovations named Jembatan Gantung Untuk Pedesaan Asimetris (JUDESA) which are suspension bridges with a modular system for pedestrians and two-wheeled vehicles called the asymmetrical suspension bridge for villages. In this college research and final report, the author will describe the result of their analysis on the construction method of the JUDESA suspension bridge. This asymmetrical suspension bridge with a span of 42 meters and a width of 1.8 meters was built using the flying fox method where the materials and bridge elements are crossed and installed on the main cable of the bridge that has been installed.