Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
TINJAUAN PROSES PENGADAAN DAN DOKUMEN KONTRAK PADA PROYEK KONSTRUKSI
Dina Inawaty (2015) | Skripsi | Teknik Sipil
Bagikan
Ringkasan
Pengadaan merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan/penyediaan sumber daya (barang atau jasa) pada suatu kegiatan atau proyek tertentu. Pengadaan yang dilakukan oleh pemerintah merupakan pengadaan publik, dimana proses akuisis dilakukan oleh pemerintah dan institusi publik untuk mendapatkan barang dan jasa servis secara transparan, efektif, dan efisien. Proses awal dilakukannya pengadaan adalah dikeluarkannya DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) yang dijadikan acuan anggaran dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Gambaran mengenai pengadaan barang dan jasa di Indonesia menurut Prof. Soemitro pada tahun 2008 mengindikasikan prosentase kebocoran yang sama dengan tahun 80-an yaitu 30-50% akibat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Indikasi kebocoran dapat dilihat dari banyaknya proyek pemerintah yang tidak tepat waktu, tepat sasaran, tidak tepat kualitas, dan tidak efisien yang mengakibatkan alat yang dibeli tidak bisa dipakai, ambruknya bangunan gedung, dan pendeknya umur konstruksi jalan raya dengan masa pakai 30-40% dari seharusnya atau tidak sesuai/lebih rendah dengan ketentuan dalam spesifikasi teknis. Kondisi ini terjadi pula pada paket pekerjaan proyek konstruksi di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang tekMIRA). Saat dilakukan pengamatan hasil pekerjaan tidak sesuai dengan harapan, hal ini ditandai dengan adanya kerusakan pada beberapa titik badan jalan, permukaan perkerasan (butir aggregat) tidak seragam, serta ketidaksempurnaan kanstin yang memicu tumbuhnya lumut, sehingga perlu dilakukan tinjauan masalah pada Pekerjaan Konstruksi Overlay Hotmix Jalan Lingkungan Kantor Puslitbang tekMIRA. Sebagaimana diketahui bahwa faktor kegagalan bangunan bisa dilihat dari proses perencanaan, pengadaan, dan pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini merupakan studi literatur dan tinjauan pustaka dengan tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data berupa tinjauan pada proses pengadaan dan isi dari dokumen kontrak, dan analisis terhadap tinjauan yang telah dilakukan. Hasil tinjauan proses pengadaan dan dokumen kontrak pada proyek konstruksi (Overlay Hotmix Jalan Lingkungan Kantor Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara) bahwa isi dari dokumen kontrak dan proses pengadaan sesuai dengan Peraturan Presiden No 54 Tahun 2010 akan tetapi terdapat poin-poin khusus yang tercantum dalam kontrak yang tidak dilakukan meliputi tidak adanya Site Manager yang cakap untuk memimpin pelaksanaan pekerjaan di lapangan, tidak dilakukannya metode uji Marshall untuk menentukan kadar aspal optimum, tidak dilakukan pengawasan pada saat penghamparan aspal sehingga kualitas dari pekerjaan tidak sesuai dengan ketentuan teknis, penempatan pengawas di lapangan yang tidak memiliki sertifikat keahlian, ketidaksesuaian hasil pelaksanaan pekerjaan dengan perencanaan yang dibuat oleh penyedia jasa konstruksi, ketebalan overlay hotmix jalan sebesar 5 cm kurang ekonomis, penetapan ukuran kanstin yang tidak ada di pasaran mengakibatkan kanstin yang dipasang sesuai dengan perencanaan cepat berlumut. Untuk upaya perbaikan pada pekerjaan Overlay Hotmix jalan menghasilkan perhitungan perencanaan anggaran biaya sebesar Rp. 478.775.000,00, dan untuk memperjelas alur pekerjaan dibuatkan SOP. Kata kunci: pengadaan, dokumen kontrak, proyek konstruksi
Ringkasan Alternatif
Procurement is an activity related to fulfillment/provision of resources (goods or seervice) in a particularactivity or project.Procurement undertaken by the Government are public procurement, where the process akuisis carried out by Governments and Public Institutions to obtain goods and service in a transparent, effective, and efficient.The initial process of doing procurement was the promulgation of the DIPA (Budget Implementation Checklist), which provided a reference implementation of the budget in the procurement of goods and services.Overview of the procurement of goods and services in Indonesia, according to Prof. Soemitro in 2008 indicate a leak percentage equal to the 80s that is 30-50% as a result of the practices of corruption, collusion, and nepotism. An indication of a leak can be seen from the large number of government projects that are not on time, on target, not just quality, inefficient and resulting in the purchased equipment could not be used, the collapse of the building, and his short age of construction of highways with a lifetime of 30-40% of the supposed or inappropriate/lower with the provisions in the technical spesifications.This happens also in construction project work packages at the Research and Development Center Of Mineral and Coal Technology (Puslitbang tekMIRA). During conducting observation work not according to expectations, it is characterized by the damage on some point of the roads, surface pavement (grain aggregat) not uniform, and imperfection kanstin that triggers growing mosses, so it is necessary to review the problems in construction work overlay hotmix environmental road Puslitbang tekMIRA office. As it known that the failure of the building can be seen from the process of planning, procurement, and implementation of the work.This research is the study of literature and the literature review with the stages of problem identification, data processing in the form of a review on procurement processes and the content of the contract document, and an analysis of the review has been done. Results of the review of the procurement process and contract documents on the constructions project (Overlay Hotmix Environment Road Office At The Research And Development Center Of Mineral And Coal Technology) that the content of the document and the process of procurement contract in accordance with the regulations of the President No. 54 of 2010 but there are specific points listed in the contract which is not performed include the absence of site manager who has the capability to lead work implementation on the ground, He did not do the Marshall test method to determine the optimum asphalt content, no supervision at the time spread asphalt so that the quality of the work is not in accordance with the provisions of technical, placement supervisors in the field who does not have a certificate of expertise, job execution result discrepancies with the planning made by providers of construction services, the thickness of the overlay hotmix road by 5 cm less economical, the determination of the size of the kanstin which does not exist in the market resulted in kanstin are mounted in accordance with planning quick mossy. To attempt repairs on the job producing overlay hotmix road calculation of budget planning costs amounting to Rp. 478.775.000,00, and to clarify the flow of job created SOP. Key words: procurement, contract documents, construction project