Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Tinjauan Visual Motif Tenun Ikat Endek Bali (Studi Kasus Motif Cepuk Dan Motif Geringsing)
I Dewa Gede Visnu Adchan NIM. (2016) | Skripsi | Desain Komunikasi Visual
Bagikan
Ringkasan
Tenun ikat endek Bali bukan hanya sebagai produk kebudayaan fisik secara turun-temurun bagi masyarakat Bali, melainkan juga bentuk identitas kultural dan artefak ritual. Ragam hias tenun ikat endek Bali adalah harmonisasi dari motif-motif hiasnya, yaitu motif geometris, motif floral, motif fauna, motif figuratif, motif dekoratif hingga motif-motif yang bersifat ritual magis keagaamaan. Struktur dari motif tersebut merupakan arkeologi pikiran dari sistem budaya itu sendiri yang digambarkan melalui sistem sosial yang tercermin dari aktivitas interaksi dalam bentuk upacara Panca Yadnya oleh masyarakat Bali. Dengan adanya fenomena tersebut, menarik untuk dilakukan penelitian mengenai pola dan struktur dari motif endek yang bersifat ritual tersebut. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Berdasarkan karakteristiknya, penelitian kualitatif tepat untuk digunakan untuk penelitian yang terkait kebudayaan. Penelitian kualitatif dilakukan dalam kondisi alamiah, langsung ke sumber data dan peneliti menjadi instrumen kunci. Penelitian ini menghasilkan suatu gambaran pola-pola yang ada pada motif-motif endek tersebut. Pengaturan pola-pola tersebut mengandung dua unsur yang paradoks dualisme yang bertentangan dan saling melengkapi. Peristiwa paradoks menghasilkan entitas ketiga yang menjadi penghubung antara dua unsur tersebut yang menghasilkan kesatuan dari ketiga unsur sehingga kehidupan tetap ada.
Ringkasan Alternatif
Ikat weaving endek Bali is not just a craft product that passed down through generations for the people of Bali , but also as a cultural identity and ritual artifacts. The ornament of ikat weaving endek Bali is the harmonization of ornamental motifs, that is geometric motifs, floral motifs, fauna motifs, figurative motifs, decorative motifs to motifs that content of magical religius rites. The structure of the motif is the mind of the archaeological culture system itself which is described through a social system that reflected from the interaction activities in Panca Yadnya ceremony by Balinese people. From this phenomenon, doing research on pattern and structure of the ritually endekÃâs motif is interesting to do. The research using qualitative methods. Based on the characteristics, qualitative research appropriate to be used for research that related to culture. Qualitative research performed under natural conditions, directly to data sources and researcher is the key instrument. The study produced a picture of the patterns that exist in the endek motifs.Setting these patterns contain two elements paradoxical dualism which is opposing and complementary. Paradox events produces third entity that linked between these two elements and becomes the unity of the three elements so that life remains.