Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Tunggakan Pajak Dideterminasi Oleh Perkembangan Kuantitas Sumber Daya Manusia Seksi Penagihan dan Jumlah Wajib Pajak (Pada KPP Pratama Bandung Bojonagara Periode 2010-2015)
Kenny Nurasriani NIM. (2016) | Skripsi | Akuntansi , Akuntansi
Bagikan
Ringkasan
Pada tahun 2016 kurangnya jumlah sumber daya manusia terjadi pada seksi penagihan di KPP Pratama Bandung Bojonagara yang seharusnya ketika jumlah pegawai bertambah maka tunggakan pajak akan berkurang. Hal tersebut menyebabkan sistem penagihan seperti jurusita dan yang lainnya mengalami kesulitan dalam penagihan tunggakan pajak. Pada tahun 2015 wajib pajak dengan jumlah lebih dari 15.000 wajib pajak memiliki tunggakan hingga ratusan juta rupiah melebihi jumlah wajib pajaknya. Sehingga, jumlah tunggakan pajak di kantor pajak tersebut mengalami peningkatan yang seharusnya jika jumlah wajib pajak bertambah maka jumlah tunggakan akan berkurang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Tunggakan Pajak Dideterminasi Oleh Perkembangan Kuantitas Sumber Daya Manusia Seksi Penagihan dan Jumlah Wajib Pajak di KPP Pratama Bandung Bojonagara Periode 2010-2015. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif dan Verifikatif dengan pendekatan Kuantitatif. Untuk mengetahui Tunggakan Pajak yang Dideterminasi Oleh Perkembangan Kuantitas Sumber Daya Manusia Seksi Penagihan dan Jumlah Wajib Pajak dilakukan pengujian data menggunakan Regresi Linier Berganda, Uji Asumsi Klasik dan Uji t pada pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tunggakan pajak tidak dipengaruhi oleh kuantitas sumber daya manusia seksi penagihan. Sedangkan, tunggakan pajak dipengaruhi oleh jumlah wajib pajak.
Ringkasan Alternatif
In 2016 the shortage of human resources occur in the billing section on KPP Bandung Bojonagara which should have been when the number of employees increases, the tax arrears will be reduced. This causes the billing system as the bailiff and others experiencing difficulties in collection of tax arrears. In 2015, taxpayers with more than 15,000 the number of taxpayers in arrears to hundreds of million rupiah exceed the number of taxpayers. Thus, the amount of tax arrears in the tax offices which should increase if the number of taxpayers increased the amount of arrears will be reduced. The purpose of this study to analyze the Tax Arrears quantity determined by the Human Resources Development Section Billing and Tax Payers in KPP Pratama Bandung Bojonagara Period 2010-2015. The research method in this research is descriptive and verification method with quantitative approach. To determine the tax arrears were determined by the Human Resources Development Section Quantity Billing and Tax Payers testing data using Multiple Linear Regression, Classical Assumption Test and t test on hypothesis testing. These results indicate that the tax arrears are not influenced by the quantity of human resources billing section. Meanwhile, tax arrears influenced by the number of taxpayers.