Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
Unsur Estetik Pada Aksara Sunda Kuno Dan Aksara Sunda Baku Tahun 1997
Aditya Pranata NIM. (2017) | Tesis | -
Bagikan
Ringkasan
Aksara Sunda merupakan salah satu aksara yang merupakan hasil karya dari masyarakat Sunda melalui perjalanan sejarahnya sejak abad ke 5 hingga saat ini. Aksara merupakan suatu identitas diri dan bukti bahwa suatu masyarakat atau komunitas memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi. Namun aksara Sunda mulai dilupakan karena banyaknya aksara yang masuk dan berbaur sehingga yang lebih dominan pada masa aksara Sunda Kuno adalah aksara Arab, Jawa, dan latin yang lebih dipergunakan baik oleh masyarakat Sunda itu sendiri maupun masyarakat umum. Penelitian ini membedah aksara Sunda Kuno dan aksara Sunda Baku untuk dilihat unsur estetiknya, karena kedua aksara Sunda ini memiliki periode waktu yang berbeda. Penelitian ini akan menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan Estetik menggunakan bagan dari John A Walker. Segala informasi berupa data dan gambar akan penulis jabarkan dan dianalisis mulai dari socio culture hingga anatomi aksara Sunda, lalu membandingkan aksara Sunda Kuno dan Baku dengan 4 indikator apa yang tetap, apa yang hilang, apa yang baru dan apa yang berubah untuk menunjang bagan pendekatan Estetik. Berdasarkan hasil analisa pada penelitian ini, aksara Sunda Kuno dan Baku memiliki sudut pandang yang berbeda pada nilai estetik, pada aksara Sunda Kuno menggunakan estetika Timur yang lebih kepada perasaan, dan perenungan, sedangkan aksara Sunda Baku lebih kepada Estetika Barat yang menggunakan rasionalis dan terstruktur. Kesimpulannya aksara Sunda Kuno memiliki nilai estetik yang lebih kepada keindahan alami dari si pencipta dan sosiologinya sedangkan aksara Sunda Baku lebih kepada unsur dan prinsip desain modern.
Ringkasan Alternatif
Sundanese script is one of the characters that is the work of the Sundanese people through the journey of history since the 5th century until today. Script is an identity and evidence that a society or community has a high level of intellect. But the Sundanese script began to be forgotten because of many characters that come in and adapt, so that the more dominant in the Old Sundanese era is Arabic, Javanese, and Latin script that more used by the Sundanese people themselves and the general public. This study researching Sundanese ancient script and Sundanese basic script to be seen the aesthetic elements, because these two Sundanese script has a different time period. This research will use qualitative methodology with Aesthetic approach using chart from John A Walker. Any data and images will be describe by author and analyzed from socio culture to Sundanese script anatomy, then compare the Sundanese ancient script and basic script with 4 indicators, what remains, what is missing, what is new and what is changed to support the aesthetic approach chart. Based on the results of the analysis in this research, the Sundanese ancient script and basic script have different viewpoints on aesthetic value, the Sundanese ancient script uses more "eastern" aesthetics to feelings, and contemplation, while the Sundanese basic script uses a more rationalist and structured "Western" aesthetics. In conclusion the Sundanese ancient script has a more aesthetic value to the natural beauty of the creator and sociology, while the Sundanese basic script more to the elements and principles of modern design.